Biro Tata Pemerintahan Setda DIY Sosialisasikan Implementasi Kebijakan Administrasi Kependudukan di

Kulon Progo - Biro Tata Pemerintahan Setda Daerah Istimewa Yogyakarta bersama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kulon Progo melaksanakan sosialisasi terkait Peningkatan Administrasi Kependudukan Kabupaten/Kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Rabu (22/09/2021). Acara sosialisasi dilaksanakan di Aula Adikarta, Gedung Kaca, Pemkab Kulon Progo.

Sosialisasi merupakan implementasi dari Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan Kartu Identitas Anak. Acara sosialisasi ini mengundang beberapa Kalurahan yang ada di Kulon Progo.

Hal-hal yang disampaikan dalam sosialisasi ini adalah terkait implementasi Kebijakan Administrasi Kependudukan di Kota Yogyakarta yang meliputi Penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE), Cetak Mandiri dan Penggunaan Kertas Putih, Legalisasi Dokumen TTE, Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) berlaku seumur hidup, Kartu Identitas Anak (KIA), Pelayanan Adminduk tidak dipungut biaya/gratis, Data Kependudukan untuk keperluan Pembangunan dan Pemerintahan, Pengurusan KTP-el dan Akta Kelahiran tanpa pengantar RT, RW, Kel/Desa, Kartu Identitas Penduduk untuk semua usia, serta Peningkatan Kualitas Layanan Melalui Inovasi.

Administrasi kependudukan (adminduk) adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dokumen serta data kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil dan pengelolaan informasi penduduk, dimana pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik, pemerintahan, pembangunan, dan sektor lainnya. Seluruh masyarakat diharapkan dapat menyadari pentingnya adminduk pada pelayanan dasar. Adminduk adalah yang mendasari atas semua pelayanan dasar itu. Hal itu dikarenakan basis adminduk adalah pelaporan, sehingga apabila tidak ada yang melaporkan maka data kependudukan yang ada atau data yang berubah tidak dapat tercatat.

Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, H. E. T. Wahyu Nugroho S.I.P., M.Si., mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat terkait dengan data kependudukan, sehingga diharapakan dengan adanya sosialisasi ini masyarakat lebih sadar akan pentingnya adminduk.

Nugroho menambahkan bahwa posisi pandemi sekarang ini makin menguatkan posisi pentingnya data kependudukan terutama Nomor Induk Kependudukan. Diakrenakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi dasar semua pelayanan, seperti vaksin atau ketika memberikan bantuan, semua menggunakan NIK sebagai basisnya. NIK merupakan identitas pertama kali yang diberikan negara untuk warganya dan berlaku seumur hidup. Nugroho juga mengingatkan untuk berhati-hati dalam membagikan NIK atau identitas diri karena banyak orang yang bisa dengan mudah menyalahgunakan untuk hal-hal yang tidak baik.

“Semuanya untuk memudahkan penduduk dalam memperoleh pelayanan induk, dan sekali lagi satu lagi juga Bapak/Ibu monggo dipun urus ketika tidak butuh, karena ketika butuh itu pelayanan sudah sangat baik pun akan terasa lama”, ujar Nugroho.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependuduk dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kulon Progo, Ir. Aspiyah M.Si., menjelaskan terkait beberapa inovasi dari Dukcapil Kulon Progo. Inovasi tersebut diantaranya adalah Bela Aktaku (Begitu Lahir Akta Kudapat), Sedati (Sekali Datang Dapat Tiga) untuk pelaporan kematian, Kacar Kucur (Perkawinan Lancar Dokumen Meluncur) untuk warga Non Muslim yang melaksanakan perkawinan, Lakonku (Layanan Aplikasi Kependudukan Online Kulon Progo) untuk permohonan Akta Kelahiran, KK yang hilang atau rusak, KIA, Pengaduan data, dan bagi warga yang ingin mencetak sendiri dokumennya, Kado Nikah (Kolaborasi Dokumen Pasca Nikah) untuk warga muslim yang menikah (pengembangan dari Kacar Kucur), Pencarku (Pelaporan Perceraian Terintegrasi Kulon Progo), Akurad (Aksi Kalurahan Ramah Adminduk).

“Yang terpenting kami sudah siap memberikan yang terbaik. Berbagai fasilitas kami munculkan dalam rangka memudahkan, melancarkan pelayanan kepada masyarakat”, ujar Aspiyah

Aspiyah berharap kepada yang mewakili kalurahan yang didapat dari sosialisasi ini dapat diteruskan kepada masyarakat agar masyarakat sadar pentingnya Administrasi Kependudukan (adminduk) ini.

Sosialisasi ini juga dihadiri oleh Kepala Bagian Bina Adminduk dan Capil Biro Tata Pemerintahan, Rokhani Yulianti, S.H. dan Ketua Komisi A DPRD DIY, Dra. Hj. Siti Nurjannah. Acara berjalan dengan baik dan diakhiri dengan tanya jawab. Kulon Progo/Fajar/Erna/Yulia