Kunjungan Lapangan Tim Penilai Apresiasi Desa Tingkat Nasional ke Kalurahan Karangsari

Pengasih – Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Lomba Apresisai Desa Tingkat Nasional, dan masuk 10 besar sebagai Kalurahan terbaik dalam pengelolaan Keterbukaan Informasi Publik.

Dengan prestasi yang membanggakan ini, Karangsari mendapat kunjungan lapangan dari Tim Penilai Apresiasi Desa tingkat Nasional, pada, Selasa (7/9/2021).

Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo menyambut baik kedatangan Tim penilai lomba yang di inisiasi oleh Kementerian Desa dan Kementerian Kominfo serta Komisi Informasi Pusat (KIP) tersebut.

Alunan musik tradisional dari Shalawat jawa dan tarian dari Group Kesenian Wahyu Ilahi juga hadir dalam menyambut rombongan tamu tim penilai.

Dalam sambutannya, Bupati Kulon Progo, Sutedjo, mengatakan pada hari ini, setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Desa/Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo terpilih untuk mewakili DIY dalam Apresiasi Desa untuk implementasi Keterbukaan Informasi Publik tingkat Nasional.
"Sungguh merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami warga Kulon Progo," ucap Sutedjo.

Sutedjo menambahkan, hal tersebut berkat kerja keras dari Kalurahan Karangsari sendiri, dengan dibantu bimbingan dan pendampingan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo, Kapanewon Pengasih, Dinas PMD Dalduk dan KB, serta pihak-pihak terkait yang telah ikut mempersiapkan segala sesuatunya serta sarana prasarana pendukung lainnya.

“Karangsari ini sudah masuk dalam 10 besar nasional sehingga kita dikunjungi oleh tim penilai pusat. Masyarakat itu mau menyampaikan aspirasi atau perlu informasi-informasi ini mudah sekali, tidak ada sekat sama sekali antara pemerintah dan kalurahan baik dengan lurah dan jajarannya karena ada akses internet dari kalurahan ke pedukuhan-pedukuhan, ” jelas sutedjo.

Ia berharap Kalurahan Karangsari dapat mengelola Informasi Publik Desa yang transparan dan akuntabel, serta meninggalkan budaya tertutup dari informasi.

Sementara itu, Lurah Karangsari, Mujirin, mengucapkan selamat datang kepada tim penilai lomba apresiasi desa, dan kami berharap nantinya setelah adanya penilaian apresiasi Desa ini akan lebih membawa kemajuan daripada masyarakat Karangsari.

"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui Danais, kami telah diberi bantuan papan nama yang ada didepan kantor Kalurahan ini, ” ujar Mujirin.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Kominfo DIY, Ir. Rony Primanto Hari, MT juga turut berkunjung.

Rony mengatakan, setiap informasi publik harus dapat diperoleh dengan cepat, tepat waktu, biaya ringan, dan cara yang sederhana. Dengan demikian maka partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan dan pengelolaan akan meningkat sehingga akan mempercepat terwujudnya penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang transparan efektif, efisien, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala Bagian Bina Pemerintahan Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon/Kemantren pada Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, KPH. Yudanegara, Ph.D., yang ikut hadir, mengatakan, terkait sistim informasi, Biro Tapem saat perubahan nama desa menjadi Kalurahan, kami membuat papan nama keistimewaan, ini istimewa karena terdapat QR Code yang disitu isinya adalah sistim informasi yang ada di Kalurahan. "Papan nama Desa itu akan di bangun di setiap Kantor Desa di DIY," tambahnya.

Pada sesi terakhir, Ketua Tim Penilai Apresiasi Desa Tingkat Nasional, yang juga e Koordinator Bidang Penelitian dan Dokumentasi Komisi Informasi Pusat, Romanus Ndau Lendong M.Si., menjelaskan, informasi merupakan bagian penting dari kehidupan karena informasi menjadi langkah awal untuk manusia bertindak.

“dimana informasi terbatas bahkan tidak ada, disitu ada kemiskinan, disitu ada ketertinggalan. Jadi kalau mau anda sejahterakan, jika mau memerdekakan bangsa ini maka berikanlah informasi yang cukup, ” ucap Romanus.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi akan membawa kebaikan kepada masyarakat desa.

Pada pelaksanaan vitasi tim penilai lomba tersebut, Bupati Kulon Progo secara langsung juga memberikan kenang-kenangan dari Kulon Progo berupa Cindera Mata kepada para rombongan yang penerimanya diwakili oleh Ketua Tim Penilai. Cindera Mata tersebut berupa batik geblek renteng khas Kulon Progo, kerajinan tangan dan olahan camilan khas masyarakat Kalurahan Karangsari.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Kepala Biro Bermas Setda DIY, Ketua dan anggota KID DIY, Kepala Diskominfo Kulon Progo beserta jajarannya, Kepala Dinas PMD Dalduk dan KB Kulon Progo, dan Forkopimka dapat terselenggara juga berkat dukungan dari Bakti Kominfo selaku donatur, Kementerian Desa, dan Komisi Informasi.

Acara dilanjutkan dengan sesi presentasi dan tanya jawab oleh Carik dengan dibantu perangkat Kalurahan lainnya, beserta Tim Penilai dari pusat.

Usai presentasi dan tanya jawab, dilanjutkan dengan kunjungan Tim beserta rombongan yang didampingi pejabat dan perangkat Kalurahan ke salah satu objek wisata yang dimiliki oleh Kalurahan Karangsari, yaitu Tangkil Cliff, berjarak sekitar 3 km dari Kantor Kalurahan.

(Riz/IKPS/Kominfo)