Kalurahan Karangsari Masuk 10 Besar dalam Lomba Apresiasi Desa Tingkat Nasional

Seperti diketahui bersama, Kalurahan Karangsari sebelumnya telah mewakili DIY dalam kegiatan Lomba Apresiasi Desa Tingkat Nasional yang digagas oleh Kementerian Desa dan Kementerian Kominfo beserta Komisi Informasi Pusat.

Setelah melalui seleksi yang cukup ketat, akhirnya Karangsari terpilih dalam 10 besar bersama dengan 9 Desa lain secara Nasional.

Menindaklanjuti hal tersebut, KID DIY bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo kembali melakukan pendampingan kepada Kalurahan Karangsari yang dilaksanakan di Kantor Kalurahan Karangsari pada Senin (23/08/2021)

Kegiatan itu dihadiri oleh Komisioner KID DIY, Unsur Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo, Lurah, Carik serta Pamong dari Kalurahan Karangsari.

Menurut Anggota Komisi Informasi Daerah (KID) DIY, Sri Surani, pendampingan awal ini bertujuan untuk mempersiapkan Karangsari menuju tahap seleksi berikutnya yaitu visitasi atau kunjungan lapangan.

Pada kesempatan ini, Lurah Karangsari, Mujirin mengucapkan terimakasih kepada KID DIY serta Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo yang telah melakukan pendampingan dari awal sehingga Karangsari bisa terpilih dalam 10 besar Nasional.
Selain itu, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Satistik, Bambang Susilo, S.Si., M.Eng., juga mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan dari Kalurahan Karangsari yang sudah bersusah payah mempersiapkan diri terkait dengan kegiatan Apresiasi Desa Keterbukaan Informasi Publik.

“Informasi dari KID DIY, Kalurahan Karangsari bisa masuk 10 besar di tingkat nasional. Oleh karena itu, dalam rangka persiapan kita masuk ke 10 besar pada pertemuan ini kita selalu mengharapkan masukan, arahan, dan bimbingannya dari KID mudah-mudahan Kalurahan Karangsari lebih siap menuju tahap berikutnya”

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan pada tahap visitasi nanti tim dari Pusat akan mengecek dokumen-dokumen yang kemarin sudah disampaikan, walaupun sampai sekarang masih belum diketahui dari pusat akan berkunjung langsung ke Kalurahan Karangsari atau mengecek via online karena pandemi masih berlangsung. Walaupun begitu, Bambang berharap mulai dari sekarang Kalurahan Karangsari bisa menyiapkan dengan baik terkait dokumen yang dipersyaratkan. Kemudian, juga apa yang bisa menjadi program unggulan di Kalurahan Karangsari juga bisa dihadirkan dan dipersiapkan dengan matang.

Sementara itu, Komisioner KID DIY, Sri Surani menambahkan, terkait dengan kunjungan lapangan atau visitasi dari pihak desa diminta untuk presentasi terkait dengan beberapa hal yang daftar pertanyaannya sudah ada, yaitu terkait dokumen, partisipasi dan akses, kemudian inovasi. Nantinya perwakilan dari Kalurahan Karangsari bisa menjelaskan dalam bentuk slide power point untuk presentasi.

Rani juga menjelaskan, bobot untuk kunjungan lapangan di dokumen hanya 20%, partisipasi dan akses 20% sementara di inovasi 60%. Dari sisi dokumen Kalurahan Karangsari sudah lengkap, hanya di sisi partisipasi, dan yang paling penting inovasi yang kemudian nanti akan lebih dipersiapkan betul-betul, karena mendapat nilai dan bobot yang paling tinggi.

“Inovasi ada dua, yaitu inovasi yang dilakukan desa kemudian informasi terkait dengan pelayanan informasi publik. Misalnya inovasi yang dipunyai Kalurahan Karangsari seperti internet masuk pedukuhan seperti apa dampaknya untuk masyarakat, apakah betul membawa perubahan bagi masyarakat baik dari sektor ekonomi, pendidikan, dan lain-lain” jelas Rani

Pada kesempatan ini, Rani juga menyampaikan, bahwa KID DIY akan mendukung penuh Kalurahan Karangsari dalam melakukan persiapan untuk kunjungan lapangan nantinya. Segala prosesnya akan dilakukan berbagi peran bersama-sama karena ini bukan kepentingan Kulon Progo lagi, melainkan untuk kepentingan DIY.

Ns/IKPS/Kominfo