Realisasi Isoter Semakin Dekat, Tim Operasional Isoter Memperluas Sosialisasi

Wates – Dalam upaya percepatan operasional lokasi Rusunawa Giripeni tim pelaksana Isolasi terpusat (Isoter) di Kabupaten Kulon Progo yang dipimpin oleh Komandan Kodim 0731 Kulon Progo Letkol Inf Yefta Sangkakala, S.Sos., melakukan sosialisasi kepada seluruh Kepala Dinas, Panewu, Kapanewon, Kapolsek, Koramil, Lurah, dan Ketua PMI Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan menggunakan video conference/secara daring di command rom gedung Pemda Kulon Progo, Selasa (3/8/2021).

Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Yefta Sangkakala selaku ketua pelaksana Isoter  menjelaskan kepada seluruh peserta rapat daring kepada peserta bahwa kegiatan Isoter ini berdasarkan pada  Instruksi Gubernur DIY Nomor. 19 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 di Daerah Istimewa Yogyakarta, Instruksi Bupati Kulon Progo Nomor 19 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 di Kulon Progo, Rekomendasi Pansus DPRD tentang percepatan penanganan Covid-19, rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Senin (26/6) di ruang Kalibiru Pemkab Kulon Progo, tindak lanjut peninjauan lokasi calon shelter isolasi terpusat Rusunawa Giripeni, dan dari rapat koodinasi pelaksaaan operasional isolasi terpusat Rusunawa Giripeni pada tanggal 2 Agustus 2021 di Ruang Sermo Pemkab Kulon Progo.

Ia menerangkan bahwa pelaksanaan Isoter dimaksudkan untuk mengurangi angka kematian oleh Covid-19 pada warga yang sedang menjalani Isoman. Ia juga menerangkan secara transparan mengenai sumber dana pelaksanaan Isoter

“Sumber dana dalam pengadaan isoter tersebut diperoleh dari APBD Kulon Progo Pos Bantuan Tak Terduga (BTT) Melalui OPD BPBD, selain itu nantinya akan dibentuk tim terpadu dari pemda, TNI, Polri, dan Relawan”, ujarnya.

Mekanisme kegiatan pasien yang akan melakukan Isoter tingkat kabupaten di Rusunawa adalah dengan diseleksi oleh petugas kesehatan masing-masing wilayah yaitu puskesmas yang di dampingi oleh babinsa dan babhinkamtibmas serta gugus tugas di tingkat kapanewon, yang kemudian akan mendapat rujukan ke Isolasi terpusat  di Rusunawa Giripeni, jika pasien telah berada di Isoter maka pasien tersebut akan mendapat pengawasan secara penuh mengenai kondisi kesehatannya, yang terakhir jika pasien kondisinya membutuhkan perawatan lebih akan dirujuk ke rumah sakit.

Dalam sosialisasi tersebut BASNAZ Kulon Progo turut hadir untuk  menyampaikan informasi terkait program yang dimiliki “beberapa program pusat Baznaz ini punya delapan program yaitu menyangkut bantuan paket pemulasaran jenazah, bantuan logistik, dukungan oksigen, dukungan isolasi rusunawa. Nah ini barang kali kedepan bisa dikomunikasikan dengan kami, apa yang bisa kami lakukan dari Baznaz ini, mendukung terkait dengan isolasi terpusat” Ujar Drs. H. Abdul Madjid selaku Ketua Baznaz Kulon Progo.

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo dr. Sri Budi Utami, M.Kes yang turut hadir dalam rapat tersebut mengklarifikasi bahwa seleksi pasien memang dilakukan untuk memilih pasien yang mengalami sakit sedang, ia juga menambahkan bahwa

“Kami sudah meninjau langsung kesana, dan ternyata untuk menaikan oksigen ke lantai 2 membutuhkan effort yang luar biasa, sehingga tadi kita putuskan yang lantai bawah nanti akan kita sulap untuk penanganan pasien dengan kategori sakit sedang,” ujarnya.

Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah penanganan pasien yang membutuhkan oksigen supaya tidak kesulitan harus menaikkan oksigen ke lantai 2.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo yang sekaligus Ketua satgas penanganan Covid-19 Kulon Progo Fajar Gegana turut memberikan arahan dan informasi dalam rapat virtual tersebut bahwa per-tanggal 2 Agustus 2021, persebaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih tinggi di beberapa kecamatan dan kapanewon antara lain: Pengasih, Sentolo, Lendah, Galur, Panjatan, Temon, dan Wates.

“Nah ini untuk menjadi perhatian pak Panewu dan pak Lurah bahwa kasus tersebut masih tinggi dan transmisi lokal di tingkat keluarga, transmisi lokal di tingkat keluarga juga sebagai penyebab utama,” kata Fajar Gegana

 Ia juga menambahkan kasus aktif di lingkungan kita ini sekitar lima ribuan, sehingga kita jangan merasa aman karena angka lima ribu ini bisa memaparkan di setiap lingkungan kita. Menurut fajar masyarakat harus mempercepat dan pemerintah harus memperbanyak sasara vaksin agar menciptakan herd imunity.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi antara panitia pelaksana dengan kapanewon beserta lurah terkait permintaan percepatan sosialisasi pemulasaraan jenazah Covid-19 di masyarakat dan juga mengenai Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke semua kalurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membantu keuangan di masa Pandemi. MC Kab.Kulon Progo/Rafi/Candra/