Rapat Koordinasi Pelaksana Operasional Isoter Rusunawa Giripeni

Wates – Upaya pengendalian kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo berlanjut. Pemerintah berharap dengan adanya shelter Isolasi Terpusat ini dapat membantu, menangani, dan memantau pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan medis dengan kategori sakit ringan sampai sedang,  juga untuk menekan angka kematian akibat Isoman yang tidak mendapat pendampingan medis. Sebagai tindak lanjut dari arahan Pemerintah Pusat, dan Gubernur, Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk meninjau sejauh mana persiapan Isolasi terpusat dari tanggung jawab masing masing OPD terkait yang dilaksanakan di ruang Sermo, kompleks Pemkab Kulon Progo, pada Senin (2/8/2021).

Pada Rakor yang dihadiri oleh Bupati Kulon Progo beserta Wakil Bupati, Dandim 0731 Kulon Progo, Wakapolres Kulon Progo, seluruh OPD Kulon Progo yang terkait, beserta Kepala Desa Giripeni saling berkoordinasi untuk menunjang pelaksanaan Isoter di Rusunawa Giripeni. Para petugas gabungan dan OPD yang terlibat telah dibentuk dalam struktur kelembagaan Kelompok Kerja (pokja) yaitu Pokja Humas, Kesehatan, Logistik, serta Pokja Keamanan dan Ketertiban. Rusunawa Giripeni direncanakan dapat beroprasi pada minggu awal Agustus 2021. Namun demikian seluruh elemen OPD terkait masih terus melakukan persiapan dan penyempurnaan fasilitas sarana dan prasarana rusun agar penderita Covid-19 yang menjalani isoter mendapat fasilitas dan pelayanan senyaman mungkin.

Dalam rapat tersebut, Kepala UPT Rusunawa Dinas PU, Budi Purwanta, S.Pd.T., M.M. menyampaikan bahwa saat ini semua sarana prasarana sudah di persiapkan, hanya lantai 5 yang masih dalam tahap persiapan “dari total 96 kamar, yang sudah siap untuk ditempati adalah sebanyak 72 kamar” paparnya. Ia juga menambahkan, pihaknya akan berusaha dalam satu hari lagi lagi kamar lantai 5 sudah siap untuk difungsikan.

Selanjutnya dr. Sri Budi Utami, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menerangkan bahwa pihaknya masih terus melakukan recruitmen nakes guna perawatan pasien isoter di Rusunawa Giripeni.

“Kami membuka ini juga untuk kebutuhan perluasan IGD RSUD Wates. skenario lain apabila belum mendapat rekruitmen dokter maupun perawat, kami akan menjadwalkan piket dari tenaga puskesmas yang ada di daerah. Kami juga akan bicarakan kepada pihak rumah sakit swasta dan klinik masyarakat agar nanti semuanya ikut menyokong jadi tidak hanya puskesmas” ujarnya.

Saat ini seluruh persiapan alat medis sedang dipersiapkan oleh Dinkes Kulon Progo termasuk obat-obat dan kebutuhan oksigen.

Pihak Dinas Sosial juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah sepenuhnya siap untuk melayani konsumsi para pasien isoter, “Pokoknya kami ready apabila dari pihak dinkesnya ready”  kata Wahyu Budiarto.

Sementara itu Kepala BPBD Kulon Progo Joko Satyo Agus Nahrowi, ST. MT menerangkan bahwa pihaknya masih melakukan pengadaan relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan untuk membantu mobilitas serta kelangsungan dalam pelaksanaan isoter. Pihak BPBD juga akan berkoordinasi dengan Kesbangpol terkait relawan perbantuan Isoter.

Ketua pelaksana Isoter Kulon progo Dandim 0731 Letkol Inf Yefta Sangkakala, S.Sos., meminta agar seluruh pihak dapat bergerak cepat guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan perawatan secara isoter dan benar-benar memahami tugasnya dengan baik. “Semua unsur harus benar-benar mempertanggungjawabkan. Tidak ada yang tidak tahu dengan fungsi tugasnya masing-masing” ujarnya.

Wakil Bupati Kulon Progo Fajar Gegana juga memberikan pengarahan bahwa pendataan rujukan pasien isoter harus benar-benar diperhatikan agar pasien yang menjalani isoter adalah pasien yang memang membutuhkan perawatan tersebut. ia juga menhimbau agar penggunaan biaya pelaksanaan Isoter dapat diperkirakan dengan baik agar tidak mengalami kekurangan biaya apabila kasus isoter terus meningkat.

Dalam kesempatannya, Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo juga memberikan pengarahan terkait pihak keamanan “saya kira ada baiknya apabila pihak keamanan yang di tunjuk ada yang dari TNI dan Polri jadi lembaganya TNI dan Polri mungkin nanti bisa dimasukkan disitu”. Ia juga mengingatkan dengan tegas bahwa “memang tugas ini juga membawa beban moral yang tidak ringan buat kita, maka saya tidak ingin yang kita bawa ke isoter itu sampai ada kejadian meninggal dunia” tegasnya. Ia juga kembali mengimbau agar semua melakukan yang terbaik supaya pasien yang dibawa ke isoter dapat kembali sehat. “Saya juga berharap kesiapannya segera dituntaskan sehingga Isoter ini dapat segera menolong saudara-saudara kita”.

Sesuai arahan dari Pemerintah pusat bahwa struktur pengurus Isoter ini diketuai oleh Dandim 0731 Kulon Progo, dengan wakil ketua satu oleh Kapolres, wakil ketua dua oleh Kepala Dinas Kesehatan, wakil ketua tiga Kepala dinas Sosial, dan wakil ketua empat adalah BPBD Kulon Progo. MC Kab.Kulon Progo/Tn/Dhiaz/Rafi.