Tahap Penilaian Konten Website PPID Pembantu

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo bersama Tim Juri lainnya, melakukan Penilaian Konten Website PPID Pembantu.

Kegiatan PPID Award setiap tahun ini dilaksanakan di Ruang Rapat Glagah Gedung Binangun I Lantai 2 Komplek Setda Kabupaten Kulon Progo pada Jumat (23/7/2021)

Tim penilai yang terdiri atas Unsur Pemerintah dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo, Unsur Akademisi/Dosen dari Universitas Negeri Yogyakarta Kampus Wates, Unsur Mahasiswa dari Universitas Teknologi Yogyakarta, Unsur Media dari Paguyuban Wartawan Kulon Progo (PWK) serta unsur Masyarakat dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Kulon Progo.

Seperti diketahui bersama PPID Award merupakan ajang Monev Keterbukaan Informasi Publik yang diadakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo bertujuan untuk mendorong dan memotivasi setiap OPD agar mengisi konten website berupa dokumen, data, informasi dan lainnya, sesuai tahapan dan kriteria yang telah ditentukan.

Menurut Kabid Informasi Komunikasi Publik dan Statistik (IKPS), Bambang Susilo, PPID Pembantu se-Kabupaten Kulon Progo berkewajiban untuk mengumumkan, menyediakan dokumen serta melayani informasi dan aduan kepada publik.

"Hal ini penting, karena setiap Badan Publik sesuai dengan Undang-Undang nomor 14 tahun 2008, Keterbukaan Informasi Publik (KIP), secara terbuka harus mengumumkan, menyediakan dan melayani publik, " ujar Bambang.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik, Heri Budisantosa menjelaskan, pada PPID Award tahun ini yang akan dinilai adalah sebanyak 42 OPD dengan tambahan 12 Kalurahan, yang merupakan perwakilan dari Kapanewon.

“Kita masih belum mampu untuk menilai keseluruhan 87 Kalurahan karena keterbatasan SDM dan beberapa hal lain sehingga kita hanya menilai perwakilannya saja yang dipilih masing-masing Kapanewon, walaupun begitu, ini telah menjadi suatu permulaan yang bagus untuk Kulon Progo, dan semoga untuk kedepannya bisa lebih ditingkatkan lagi, ” ujar Heri Budi.

Dalam tahapan penilaian website yang mempunyai presentase bobot 65%, tim penilai menggunakan 30 kriteria dengan range bobot skor yang telah ditentukan sebelumnya. Kemudian Uji Akses 10 % dan Visitasi 25 %.

“Sebetulnya untuk penilaian PPID Pembantu tidak jauh berbeda dari tahun lalu, hanya berbeda di skor bobotnya saja, karena tahun lalu penilaiannya hanya ada dan tidak ada. Namun, untuk tahun ini kami perbaiki menjadi bentuk range, untuk menyamakan persepsi. Seperti pada kriteria profil badan publik tercantum bobot skor antara 0-2 berarti bisa 0, 0.5, dan seterusnya sampai 2, tergantung pada penilaian masing-masing” ujar Heri Budi

Lebih lanjut Heri Budi menambahkan, setelah tim penilai selesai memberikan penilaian kepada masing-masing OPD, nanti hasil dari keseluruhan tim penilai akan direkap menjadi satu nilai satu OPD. Nilai itulah yang kemudian akan menjadi nilai hasil keputusan Juri secara bersama.

Penilaian dilakukan dengan melihat bersama-sama website dari masing-masing OPD satu persatu, setiap penilai bebas menyatakan pendapatnya saat penilaian berlangsung, guna mendapatkan penilaian yang seakurat dan seobyektif mungkin.

Sampai dengan siang pada hari yang sama, masih ada beberapa OPD yang belum dilakukan penilaian, sehingga, kegiatan akan dilanjutkan pada Senin, 26 Juli 2021.

(Ns/IKPS/Kominfo)