Sosialisasi Penggunaan Alat Pencacah Limbah Daun Jati untuk Kelompok Informasi Masyarakat

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Seksi Pengelolaan Informasi Publik mengadakan Sosialisasi Penggunaan Alat Pencacah Limbah Daun Jati untuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Kulon Progo, di Taruban Kulon, Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, pada Senin (24/5-2021).

Alat tersebut merupakan hasil karya Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta.

Hadir pada acara ini, Kaprodi D3 Teknik Mesin IST Akprind Yogyakarta sebagai narasumber, perwakilan dari Universitas Gajah Mada (UGM), perwakilan Kapanewon Sentolo, dan Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo selaku penyelenggara serta 27 KIM yang tergabung dalam Forum KIM Kabupaten Kulon Progo.

Pada Kesempatan ini, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik, Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo, Ir. Heri Budisantosa, menyampaikan, Dinas Kominfo sengaja mengundang 16 pengurus KIM yang baru agar segera dapat menyesuaikan dengan kegiatan KIM yang sudah ada.

Lebih lanjut Heri Budi berharap pada tahun 2021 ini semua Kalurahan yang ada bisa membentuk KIM, sehingga paling tidak ada 87 KIM di Kabupaten Kulon Progo.

"Seperti diketahui bersama, KIM dibentuk oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat yang secara mandiri dan kreatif mengelola informasi untuk pemberdayaan masyarakat dan diharapkan berfungsi sebagai organisasi masyarakat yang dapat membantu Pemerintah Desa/Kalurahan dalam hal Diseminasi Informasi dan Pemberdayaan Masyarakat, hal ini sesuai Peraturan Menteri Kominfo nomor : 8 tahun 2010," ujar Heri Budi.

Kasi Pengelolaan Informasi Publik ini, lebih jauh mengatakan, tugas Dinas Kominfo adalah membina, dan mendampingi bersama unsur terkait sesuai dengan yang dilakukan pada kesempatan ini.

“Saya rasa kegiatan ini sudah sesuai dengan tujuan dan harapan kita bersama, karena pengabdian masyarakat yang dilakukan Perguruan Tinggi IST Akprind Yogyakarta dengan memberikan Alat Pencacah Limbah Daun Jati dan menyosialisasikan cara penggunaannya berarti sudah membantu KIM dan Pemerintah Kalurahan dalam pemberdayaan masyarakat, apalagi di Kalurahan Tuksono ini hampir semua wilayahnya terdapat pohon Jati," tegas Heri Budi.

Dinas Kominfo berharap kegiatan seperti ini tidak hanya sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut dengan hasil karya mahasiswa yang lainnya, untuk digunakan dalam pemberdayaan KIM yang pada akhirnya sangat membantu KIM dan pembangunan di Desa atau Kalurahannya.

"Insya Allah Dinas Kominfo akan selalu melakukan pendampingan sesuai dengan anggaran yang ada dalam APBD, 4 kali dalam setahun," terang Heri Budi.

Sementara itu, dalam kesempatan ini, narasumber dari IST Akprind Yogyakarta, I Gusti Gede Badrawada, S.T., M.Eng. menjelaskan, proses pengabdian masyarakat dalam hal ini perancangan mesin pencacah merupakan hasil karya dari mahasiswa D3 yang diakhir semester ditugaskan untuk membuat alat Teknologi Tepat Guna.

“Jadi tugas dari mahasiswa merupakan penerapan ilmu yang diberikan kemudian tujuan yang lainnya adalah untuk membangun sense of engineering dari mahasiswa tersebut. Praktek pemakaian dari teori yang telah diberikan selama enam semester” jelas Badrawada

I Gusti Gede lebih lanjut menjelaskan, salah satu mahasiswanya melihat permasalahan di Kalurahan Tuksono ini yaitu banyak daun jati yang dibiarkan begitu saja sehingga menjadi limbah atau sampah. "Memang harus mulai dipikirkan, memutar otak bagaimana agar bisa berguna. Atas dasar permasalahan tadi akhirnya dibuatlah mesin pencacah daun jati tersebut," ujarnya.

I Gusti Gede, mengatakan, pengoperasian alat tersebut sangat gampang, daun jati tinggal dimasukkan ke dalam copper atau alat pencacah kemudian nanti keluarlah daun jati yang tercacah, dan hasilnya nanti bisa digunakan sebagai kompos.

Dalam acara tersebut, dilakukan peragaan proses penggunaan alat pencacah limbah daun jati oleh mahasiswa IST Akprind Yogyakarta yang juga merupakan perancang dari alat tersebut yaitu Muhammad Ramadhan Yudistira, Arif Purnomo, Muhammad Afi Wynalda serta Abdul Majid.

Pada bagian lain, UGM menawarkan kepada KIM Kulon Progo untuk bekerjasama, baik dalam bidang Teknologi maupun bidang lainnya, tentu dengan syarat-syarat yang telah ditentukan, dan pihaknya akan menerima dengan baik.

Pada akhir acara Heri Budisantosa yang mewakili unsur dari Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo, mengucapkan terima kasih kepada IST Akprind dan juga UGM serta berharap agar acara KIM seperti ini agar terus berlanjut.

“Kegiatan seperti ini bisa diadakan oleh KIM yang lain, mungkin dalam bentuk alat yang lain, memang potensi dari kalurahan itu sangat berbeda-beda, kalau disini mungkin Daun Jati, kalau ditempat lain bisa potensi yang lain, jadi silahkan request kepada Akprind dan UGM. Mudah-udahan KIM bisa beraktivitas paling tidak seperti hari ini dan untuk selanjutnya” pungkas Heri Budi.

Acara ditutup dengan penyerahan secara simbolis Mesin Pencacah Limbah Daun Jati dari Akprind kepada Ketua Forum KIM Kulon Progo, Zazin Sulaiman yang juga Ketua KIM Nyi Ageng Serang Community, Sentolo.

(Nisa/IKPS/KominfoKP)