Seluruh Kalurahan/Kelurahan di Kulon Progo Menuju Pembentukan KIM

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kulon Progo melalui Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik (IKPS) mengadakan Rapat Koordinasi Pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di seluruh kalurahan/kelurahan di Kabupaten Kulon Progo.

Rakor ini diadakan di Command Room Diskominfo Kabupaten Kulon Progo dan dihadiri seluruh Panewu dan Lurah di Kabupaten Kulon Progo secara virtual melalui Zoom Meeting pada Kamis (8/4/2021).

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo Drs. Rudiyatno, M.M, menjelaskan, memasuki era teknologi dan informasi, akselerasi literasi pembelajaran sehubungan dengan pemanfaatan informasi itu perlu dibantu supaya masyarakat memperoleh informasi yang lengkap, benar, dan mudah.

KIM bukan lembaga pemerintah, namun bisa dibilang lembaga informal, lembaga yang dibentuk dibawah pertanggungjawaban dari Lurah untuk memberikan informasi maupun menerima informasi.

“Berbeda dengan penyelenggara pemerintahan, informasi dalam KIM lebih umum dan fleksibel tidak hanya terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan saja, tetapi bisa mengangkat tema-tema tertentu yang masyarakat perlu untuk mengetahui, seperti bagaimana mengembangkan suatu produk, pemasaran produk, pemanfaatan teknologi informasi, dan lain-lain”, ucap Rudi.

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, diadakannya pertemuan kali ini adalah untuk menindaklanjuti surat yang telah dikirim oleh Diskominfo kepada Kalurahan/Kelurahan, harapannya bisa menyamakan persepsi yaitu bisa mempercepat pembentukan KIM.

“Pada rapat kali ini sengaja kami undang pengambil kebijakan yaitu Pak Lurah/Bu Lurah harapannya untuk mendorong percepatan, pada tahap awal setidaknya bisa membentuk SK sebagai dasar formal untuk melakukan tugas kegiatan kewajiban karena setelah pertemuan ini bisa menguatakan lagi edaran yang telah kami sampaikan sebelumnya. Karena itu, di forum ini nantinya, silahkan Pak Lurah dan Bu Lurah berdiskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan KIM, seperti kendala, manfaat dan lain-lain,” ujar Rudi.

Gambar 1. Rapat Koordinasi di Command Room

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik (IKPS), Bambang Susilo, S.Si., M.Eng., menyampaikan bahwa KIM di Kulon Progo sudah ada beberapa yang terbentuk, namun belum ada di semua Desa, baru ada 11 KIM dari 6 Kapanewon yang aktif di bawah pembinaan dan pendampingan Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo. "Target pada tahun 2021 ini bisa terbentuk KIM di setiap Kalurahan di Kabupaten Kulon Progo," ujarnya.

Dalam paparannya, Bambang juga menjelaskan, bahwa tujuan pembentukkan KIM adalah membangun masyarakat yang cerdas dalam mengkonsumsi dan memanfaatkan informasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat di desa/ kalurahan yang lebih maju. Di era online, semua kegiatan kemasyarakatan, pemerintahan maupun kegiatan lain sangat dibatasi sehingga tidak bisa semua informasi bisa disampaikan ke masyarakat.

"Harapannya, dengan adanya KIM, segala kegiatan / aktivitas /informasi di Kalurahan bisa tersampaikan, tidak hanya di masyarakat satu Kalurahan tetapi bisa di masyarakat yang lebih luas, sehingga KIM dapat berperan di era virtual," jelas Bambang.

Pada sesi tanya jawab, perwakilan dari Kalurahan Wates, Sri Anggoro, mengungkapkan, bahwa pihaknya akan segera melakukan pembentukan KIM seperti yang sudah diamanatkan. Kemudian ia juga menanyakan ada tidaknya bimtek untuk menunjang kegiatan KIM ini.

“Ketika KIM dibentuk untuk operasional apakah ada bimtek dari pemerintah setempat? karena ketika KIM dibentuk harus memadai dan menguasai IT agar bisa disampaikan ke masyarakat secara benar” tanya Sri.

Gambar 2. Peserta Zoom Meeting

Menanggapi hal ini Bambang menjelaskan, untuk operasional kegiatan KIM, pada prinsipnya KIM adalah kelompok yang sifatnya mandiri dilaksanakan oleh masyarakat sehingga cara pendanaan diserahkan kepada masing-masing kelompok. Namun, kepada Pemerintah Kalurahan / Kabupaten / Pemerintah Kapanewon, diharapkan mengadakan kegiatan dalam rangka pembinaan maupun pemberian wawasan atau ilmu pengetahuan untuk KIM.

“Dari kami sendiri pernah ada kegiatan, kemarin dari 11 KIM yang ada dalam satu tahun mempunyai 4 kali anggaran bimtek. Nanti kami sesuaikan ketika kami sudah mempunyai data KIM yang terbentuk setelah kegiatan pada hari ini. Diskominfo tidak akan lepas dalam rangka pembinaan KIM,” ucap Bambang.

Dalam forum diskusi ini, Rudiyatno menambahkan, harapan kita bersama bahwa perangkat pemerintah setempat bisa mengadakan pembinaan langsung terkait bimtek kepada KIM, karena tugas dari KIM sendiri adalah membantu pemerintah Desa/Kelurahan.

“Tugas KIM pada prinsipnya membantu pemerintah Desa / Kelurahan, karenanya pembinaan langsung diharapkan dari perangkat pemerintahan setempat dalam hal ini Lurah. Kami Diskominfo mempunyai pembinaan yang sifatnya makro atau general, misal pelatihan-pelatihan yang memang dalam rangka pengembangan untuk keseluruhan KIM yang ada, kemudian kami mengadakan lomba KIM se Kulon Progo melalui KIM Award untuk membangkitkan semangat kepada KIM agar bekerja lebih baik lagi”, jelas Rudi.

Pada akhir rapat mengenai pembentukan KIM ini, Rudiyatno menekankan, setelah dilakukan pertemuan dengan seluruh Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon ini, diharapkan masing-masing kalurahan/kelurahan agar segera menindaklanjuti pembentukan KIM dengan mengirimkan SK Lurah sesuai format yang sudah kami sampaikan ke Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo.

(Ns/IKPS/KominfoKP)