Konten yang Otentik Untuk Menaikkan Viewer Website PPID Desa/Kalurahan

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kulon Progo kembali mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada PPID Desa/Kalurahan di Kabupaten Kulon Progo. Sama seperti Bimtek sebelumnya, acara ini diselenggarakan di Rumah Makan Dapur Semar, Wates, Kulon Progo pada Senin (29/03/2021).

Pada kesempatan ini, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik, Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo, Ir. Heri Budisantosa mengungkapkan, Bimtek yang diadakan hari ini merupakan Bimtek hari ketiga, sedangkan Bimtek hari pertama dan kedua sebelumnya telah selesai dilaksanakan.

Bimtek PPID Desa/Kalurahan hari ketiga ini diikuti 22 Kalurahan dari 4 Kapanewon (Pengasih, Lendah, Sentolo dan Kokap).

Pembagian Bimtek ini dikarenakan pada saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, sehingga Peserta Bimtek dibatasi agar tidak melanggar protokol kesehatan. Kegiatan Bimtek dibagi menjadi empat, dan hari Selasa (30/3)besok adalah Bimtek hari terakhir.

“Kegiatan Bimtek untuk hari Selasa (30/3) besok adalah yang terakhir. Semoga semua berjalan lancar sehingga kegiatan Bimtek PPID Desa/Kalurahan ini bisa selesai:dengan sukses”, ujar Heri Budi.

Kepala Seksi PIP, Diskominfo Kabupaten Kulon Progo, Ir. Heri Budisantosa

Sama seperti pertemuan sebelumnya, pada pertemuan kali ini diundang penggiat Website dan Media Sosial, Dimas Witjaksono sebagai Narasumber dari Yogyakarta.

Dalam paparannya Dimas menjelaskan bahwa isi konten Media Sosial atau Website Desa yang otentik akan menarik masyarakat luas dan meningkatkan viewer.

“Karena kita dari instansi pemerintah, ketika bikin konten jangan terjebak dengan tampilan harus perfect, seperti lighting harus proper, desain harus wah, sederhana saja, kalau kontennya bagus, otentik seperti kekayaan desa masing-masing Insya Allah cepat naik”, jelas Dimas.

Seperti halnya dunia nyata yang butuh dukungan dari tokoh-tokoh tertentu untuk mempromosikan sesuatu, dalam dunia maya juga harus bekerja sama dengan Tokoh Media Sosial yang lain juga.

“Dan tentu saja, hidup di dunia maya itu harus ndodok-ndodok sedulur. Istilahnya, sowan dengan sesepuh. Tokoh / sesepuh di dunia medsos biasa disebut influencer atau admin akun-akun publik. Akun publik media sosial banyak sekali, ada jogjaupdate, berandajogja, infojogja, dan lain-lain”, tutur Dimas

Gambar 2. Diskusi Bimtek

Lebih jauh Dimas menjelaskan, ketika membuat artikel atau konten tentang desa bisa men’tag’ atau menandai akun-akun publik di Kulon Progo, jika berita yang dibuat menarik, otentik, dan bermanfaat bagi masyarakat luas, maka akun publik tersebut dengan senang hati akan membantu menggunggah konten kita yang kemudian berdampak pada kenaikan pengunjung di website/ medsos masing-masing desa.

Pada akhir acara, Heri Budi selaku penyelenggara dari seksi yang diampunya, mengucapkan banyak terimakasih karena sejak terbentuknya PPID Desa/Kalurahan sudah ada website. Ada website berarti sudah ada rumah, tinggal bagaimana PPID Desa/Kalurahan mengisi rumah tersebut dalam rangka untuk penyerbarluasan informasi sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

Heri Budi juga menjelaskan, setelah kegiatan Bimtek berakhir, akan dilaksanakan pedampingan lebih khusus lagi bersama tim dari Dinas Kominfo Kulon Progo.
"Hal ini dilakukan dengan maksud untuk memaksimalkan PPID Desa/Kalurahan, sehingga menjadi Badan Publik yang bisa memenuhi amanat Undang-Undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik tersebut. Hal ini perlu dilaksanakan karena tampilan dan konten website hanya sebagian dari pengelolaan PPID Desa/Kalurahan itu sendiri," Jelasnya.

(Ns/IKPS/KominfoKP)