Pentingnya Keamanan Informasi di Pemerintah Daerah

Keamanan Informasi adalah hal yang penting dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah, khususnya dalam hal mengamankan informasi yang sifatnya rahasia. Oleh karena itu Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) khususnya Seksi Keamanan Informasi dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kulon Progo bersama dengan Bidang Keamanan Informasi dan Persandian Seksi Persandian Diskominfo Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan pengecekan keamanan informasi di Kantor Bupati Kulon Progo pada Selasa (23/03/2021)

Pada kesempatan kali ini, Kepala Seksi Persandian Dinas Kominfo DIY, Raden Setya Legawa, SIP., menjelaskan, kegiatan ini mempunyai tujuan utama untuk meminimalisir adanya kebocoran informasi yang berasal dari ruang kerja dan ruang rapat pimpinan.

"Target yang disasar di Kabupaten/Kota adalah di ruang kerja dan rapat pimpinan, khususnya Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta asisten di masing-masing Kabupaten/Kota," ujar Setya.
Lebih lanjut Legawa menjelaskan, contoh nyata dari kegiatan yang dilakukan, misalnya di dalam sebuah kursi ada suatu metal yang tidak ada unsur kesengajaan, setelah dideteksi kebetulan ada warning, kalau yang biasa tidak ada kendala biasanya landai.

"Hampir semua seperti itu relatif agak aman. Bahasa sederhana nya untuk mengetahui jika ada kebocoran kefungsian dari masing-masing frekuensi. Frekuensi bisa dari Radio, TV atau Telpon. Kalau dari telpon itu tegangan listriknya terlalu tinggi, itu juga akan berpengaruh baik ke fungsinya maupun perangkatnya”, tegas Setya.

Setya Legawa menambahkan, untuk peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini, Provinsi diberi fasilitas dari Pemerintah Pusat. Provinsi bisa sampai ke Kabupaten / Kota dikarenakan Pemerintah Pusat hanya memfasilitasi Provinsi saja, kemudian Provinsi diberi mandat untuk melakukan pengamanan di tingkat Kabupaten / Kota.

Setya Legawa juga mengatakan, kegiatan ini dilakukan rutin minimal setahun dua kali. Kegiatan yang pertama diampu oleh provinsi kemudian yang kedua nanti akan dianggarkan dan direncanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten masing-masing untuk target lokasi.

Kasi Persandian Diskominfo DIY, berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan setiap tahunnya secara rutin untuk menghindarkan dari hal yang tidak diinginkan.

“Harapan ke depannya kalau bisa rutin dilaksanakan karena bentuk pengamanan kepada pimpinan salah satunya itu. Tidak serta merta pengamanan secara fisik saja, kemudian non fisik juga perlu diperiksa apakah ini aman atau tidak. Kemudian, kalaupun insidentil bisa mengajukan permintaan untuk melakukan kegiatan tersebut”, tutur Legawa.

(Ns/IKPS/KominfoKP)