Peran Kelompok Informasi Masyarakat dimasa Pandemi

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kulon Progo melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik dan Statistik (IKPS) mengadakan Sosialisasi kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Kulon Progo.

Peserta yang hadir dari perwakilan 11 KIM dan 6 orang perwakilan dari Kapanewon Pengasih, Temon, Panjatan, Lendah, Galur, serta Kalibawang.

Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan di Rumah Makan Dapur Semar, Wates, Kulon Progo pada Kamis (18/03/2021).

Pada pertemuan kali ini diundang Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, drg. Baning Rahayujati, M.Kes., sebagai Narasumber.

Sebelum acara inti terkait dengan sosialisasi vaksinasi Covid-19, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik (IKPS), Bambang Susilo, S.Si., M.Eng., menyampaikan tentang maksud dan tujuan serta pentingnya penyelenggaraan acara ini, khususnya tentang pentingnya pembentukan KIM di Kulon Progo dan penjelasan perihal vaksinasi covid -19 di masyarakat melalui KIM ini.

"Bahwa pertemuan kali ini berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya karena selain mengundang teman-teman dari KIM, Diskominfo juga mengundang perwakilan dari 6 Kapanewon, dikarenakan di daerahnya belum terbentuk KIM. Oleh karena itu, kami berharap dari perwakilan panewu yang diundang untuk bisa memfasilitasi terbentuknya KIM di masing-masing kalurahan. Perlu diketahui di tahun 2021, Dinas Kominfo mempunyai target di setiap kalurahan agar bisa terbentuk minimal satu KIM," ujar Bambang.

Selain itu, Bambang berharap agar fungsi KIM bisa ditingkatkan pada tahun 2021 ini, khususnya ikut peduli dalam penyampaian informasi yang benar terkait dengan Pandemi Covid-19 dan vaksinasi. "Semoga dengan peran aktif KIM bisa membantu pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19, dan Pandemi segera berakhir," ucapnya.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo, Drs. Rudiyatno, M.M., mengatakan, walaupun Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo sudah beberapa kali mengadakan pertemuan virtual atau daring yang membicarakan mengenai Covid-19, kali ini diadakan lebih khusus dengan mengundang KIM.

Gambar 1. Kepala Dinas Kominfo Kulon Progo, Drs. Rudiyatno, M.M.

Rudiyatno menjelaskan, KIM adalah mitra kerja Pemerintah Daerah yang diharapkan bisa bersama-sama membantu dan menjalin komunikasi secara intensif berkaitan dengan informasi-informasi pelaksanaan pembangunan maupun hal lain dalam rangka memberikan pemahaman masyarakat supaya berpartisipasi terhadap jalannya pemerintahan maupun informasi- informasi untuk kepentingan masyarakat itu sendiri.

Menurut Rudiyatno, pada era digital sekarang ini, era yang tidak lagi menggunakan sarana konvensional, akan tetapi transfer informasi dilakukan secara cepat, sehingga jika tidak mengikuti bisa ketinggalan jauh.

“Diskominfo memang mempunyai tugas salah satunya adalah menginformasikan program kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah kemudian bagaimana interaksi digital ini bisa berjalan dengan baik. Dalam hal ini KIM menjadi mediator untuk itu. Harapannya, informasi yang bermanfaat bagi masyarakat bisa digunakan sebaik-baiknya,” tambah Rudiyatno

Sementara itu, Narasumber yang juga sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, drg. Th. Baning Rahayujati, M.Kes., memaparkan, angka penambahan Covid-19 di Kulon Progo pada bulan Januari lebih tinggi dari pada penambahan kasus total setahun pada tahun 2020, beliau mengkhawatirkan akan terjadi penambahan kasus tinggi kembali setelah lebaran pada tahun ini, karena banyaknya pemudik dari luar daerah yang datang ke Kulon Progo, untuk itu dibutuhkan peran KIM untuk menjadi sumber informasi yang benar bagi masyarakat, agar hal ini tidak terjadi.

Gambar 2. Narasumber,  drg. Th. Baning Rahayujati, M.Kes.

Lebih lanjut Baning menjelaskan, tentang pelaksanaan vaksinasi di Kulon Progo saat ini sampai pada tahap ke-2 yang menyasar pelayan publik.

“Vaksinasi ini adalah salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian dan angka dirawat di rumah sakit. Vaksinasi dalam proses cepat ini belum bisa diharapkan menurunkan kasus secara cepat, tetapi menurunkan kasus dengan gejala berat dan kasus kematian karena Covid. Vaksinasi dilakukan dalam dua periode. Untuk periode pertama tahap ke-1 dilakukan pada petugas kesehatan, kemudian tahap ke-2 yang dilakukan saat ini menyasar pada pelayanan publik serta lansia. Barulah ketika tahap kedua telah selesai dilakukan vaksinasi periode ke 2 yaitu menyasar masyarakat umum lainnya,” jelas Baning.

Baning juga menjelaskan, Vaksinasi di Kabupaten Kulon Progo sedikit berbeda dengan Kabupaten lain, untuk peserta lansia di Kulon Progo tidak perlu mendaftar menggunakan aplikasi, karena mempertimbangkan minimnya warga Kulon Progo yang melek teknologi dibandingkan dengan kabupaten/kota lain, sehingga dipandang tidak efektif. Karena itu, untuk lansia di Kulon Progo menggunakan pendaftaran pasif, dengan cara mengambil data lansia yang sudah terdaftar di Dinas Dukcapil.

Dalam forum sosialisasi ini dibuka tanya jawab dan salah satu peserta perwakilan dari KIM Pisang Mas Nanggulan, Narto Susanto, memberikan tanggapan terkait peran KIM untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus pada saat lebaran.

Narto mengungkapkan, pihaknya merasa tidak enak jika menolak pemudik yang datang ke daerahnya pada saat hari lebaran karena itu beliau meminta untuk dibuatkan aturan khusus agar bisa mengatasi hal tersebut.

Terkait dengan pertanyaan peserta tersebut, Baning mengatakan, bahwa aturan mengenai pemudik bisa didiskusikan dengan membuat kesepakatan di RT masing-masing untuk mencegah tersebarnya virus Covid-19 di daerah.

Selain itu, kata Baning, untuk mengatasi hal itu bisa juga dilakukan solusi lain yaitu dengan mengkarantina pemudik dari luar kota selama beberapa hari di suatu tempat. Prinsipnya, tidak usah menunggu hitam di atas putih.

Pada akhir pertemuan, Kepala Dinas Kominfo mengucapkan terimakasih kepada KIM yang telah membantu pemerintah dalam menyebarluaskan informasi yang bermanfaat, ia berharap agar hal tersebut konsisten dilakukan supaya membawa perubahan positif bagi pembangunan di tengah kehidupan masyarakat pada umumnya.

(Ns/IKPS/KominfoKP)