Koordinasi Penerbitan Sertifikat Elektronik untuk Rekam Medis SIM RS Nyi Ageng Serang

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kulon Progo melalui Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) mengadakan Rapat Koordinasi Penerbitan Sertifikat Elektronik untuk Rekam Medis SIM Rumah Sakit Nyi Ageng Serang di Ruang Pelatihan Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo pada Selasa (23/02/2021).

Rapat dihadiri oleh Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo, Kepala Seksi Pengembangan Sistem Informasi, Kepala Seksi Keamanan Informasi dan Persandian, unsur Rumah Sakit Nyi Ageng Serang (RS NAS), unsur Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, serta unsur Bidang Aptika yang terkait, baik secara langsung maupun virtual melalui Zoom Meeting.

Pada kesempatan ini, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika, Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo, Sutarman, S.STP., M.Eng., mengawali dengan menjelaskan bahwa kegiatan yang akan dilakukan ini berdasar pada dasar hukum yang tertuang pada Peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik serta Peraturan Pemerintah nomor 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik.

Sutarman juga menjelaskan, untuk penerbitan Sertifikat Elektronik melalui Balai Sertifikasi Elektronik (BsrE) harus menempuh perjalanan yang panjang, seperti melakukan permohonan penerapan Sertifikat Elektronik, Analisis Kebutuhan, Perjanjian Kerjasama, Penyesuaian Sistem dan Testing, dan seterusnya.

Sementara itu, Chusnun Hendarto dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo berharap bahwa nantinya produk yang dihasilkan ini bisa aman, dan kalau bisa menampilkan data secara real time dari berbagai Puskesmas maupun Rumah Sakit.

“Intinya namanya Rekam Medik Elektronik apa-apa serba elektronik memang bagus, tapi tetap harus sesuai standarnya, seperti keamanannya, kemudian kerahasiaan dan sebagainya agar menjadi masukan sehingga nanti bisa aman seluruhnya. Data-data kesehatan yang ada bisa jadi satu data di Dinas Kominfo ini, walaupun nanti datanya bersumber dari berbagai macam tempat. Sehingga kita nanti bisa dimudahkan karena kita bisa tau secepatnya/real time” Ucap Chusnun.

Menanggapi persoalan ini, Sutarman menjelaskan bahwa sebenarnya Rekam Medik secara elektronik berdasarkan webinar secara aturan dimungkinkan, namun secara teknis masih banyak kendala. Karenanya, Sutarman berharap sambil jalan bisa sambil belajar agar bisa terlaksana dengan baik.

Lebih lanjut peserta Rapat yang lainnya, Jauhari Ahmad A.Md. menyampaikan bahwa Aplikasi yang ada di RS. NAS saat ini masih ditangani pihak ketiga/rekanan, ke depannya beliau berharap bahwa Dinas Kominfo bisa menangani secara keseluruhan, sehingga tidak bergantung pada rekanan. Hal itu bisa dilakukan apabila pihak kita bisa membeli Aplikasi tersebut. Sehingga apabila ada aturan-aturan terbaru bisa kita sesuaikan sendiri.

“Secara umum, Dinas Kominfo mensuport ide atau inovasi yang bagus dari RS. NAS, kami akan mendampingi kegiatan ini, semoga kegiatan ini bisa lancar, ke depannya kami berharap semua fasilitas kesehatan yang ada di Kulon Progo bisa menerapkan. Tanda Tangan Elektronik bisa diterapkan di Aplikasi untuk memudahkan penyimpanan di Rumah Sakit. Tentunya, antusiasme akan tinggi karena akan dimudahkan, pemanggilan data yang ada tidak perlu buka lemari. Tetapi langsung bisa diakses melalui elektronik.” Ucap Jauhari.

(Nisa/Kominfo)