Rapat Finalisasi Aplikasi PajakKU dan Pembahasan Kode Billing Pendapatan Daerah

Kulon Progo - Rapat Koordinasi dengan beberapa unsur terkait ini, dilaksanakan di Ruang Pelatihan Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo pada Rabu (10/2).

Rapat dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, unsur BKAD, unsur Bank BPD DIY, serta Jajaran Bidang Aplikasi dan Informatika baik secara langsung maupun virtual melalui Zoom Meeting.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo, Drs. Rudiyatno, M.M., PajakKU adalah Aplikasi Berbasis Web yang dipergunakan oleh Wajib Pajak untuk menyampaikan laporan SPTPD (Surat Pemberitahuan Pajak Daerah) secara online kepada BKAD sesuai dengan masa pajaknya.

Kegiatan pembangunan Aplikasi PajakKU di Kabupaten Kulon Progo ditujukan untuk meningkatkan pelayanan pembayaran pajak daerah kepada masyarakat, serta dalam rangka meningkatkan kinerja dan kontribusi sektor pajak daerah dalam pos Pendapatan Aseli Daerah dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Rudiyatno, lebih jauh berharap agar agenda pembuatan Aplikasi PajakKU ini dapat segera direalisasikan dan diselesaikan.

“Mari agenda ini kita realisasikan, betul-betul direncanakan dengan pelaksanaan yang konsisten, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Dinas Kominfo dibentuk, salah satunya mempunyai fungsi dan tugas pembantuan di bidang komunikasi dan informatika. Semoga program terbaru yang merupakan kerjasama antara Bank BPD DIY, BKAD, dan Dinas Kominfo ini dapat segera terealisasi dan terselesaikan” ujar Rudiyatno.

Sementara itu, Kepala Bidang Penagihan Pajak & Pengembangan, BKAD Kulon Progo, Agung Wibowo, S.Sos., menjelaskan, untuk mengoptimalkan Pendapatan Aseli Daerah dapat dilakukan dengan berbagai inovasi dan pembuatan Aplikasi ini adalah salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut.

Pada Kesempatan ini, Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika, Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo, Sutarman, S.STP., M.Eng., mengatakan, selama ini Wajib Pajak menyampaikan laporan SPTPD secara manual, dari mengisi blanko sampai proses verifikasi yang membutuhkan waktu lama. Namun, dengan adanya Aplikasi ini, nantinya Wajib Pajak bisa mengisi sendiri secara online 24 jam secara langsung tanpa perlu dilayani.

“Dengan Aplikasi ini nantinya Wajib Pajak bisa menghitung, membayar dan melaporkan pajak sendiri online 24 jam tanpa perlu menunggu admin.” ujar Sutarman.

Sutarman juga menjelaskan, Pelaporan SPTPD secara online akan membantu Wajib Pajak, sehingga tidak terikat dengan waktu dan tempat. Wajib Pajak dapat mengisi formulir SPTPD menggunakan Komputer ataupun Handphone Android yang tersambung ke internet. Dengan ini, masyarakat akan merasa lebih dimudahkan.

(Nisa/Kominfo)