PHRI Kulon Progo Dukung Gayeng Regeng Blonjo Bareng

Setiap pemilik restoran dan hotel tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Kulon Progo, wajib memberikan diskon minimal 10% kepada para anggota Gayeng Regeng Blonjo Bareng (GRBB) dan Gayeng Regeng Mabur Bareng (GRBB). Kalau mau lebih dari 10% silahkan, terserah masing-masing pemilik hotel dan restoran, pernyataan tersebut diungkapkan Mantoyo, dalam rapat bulanan Pengurus PHRI bersama Bakor PKP, di RM Pondok Lestari, Rabu (23/12/2020). 

Mantoyo selaku Ketua PHRI Kulon Progo berharap bahwa apa yang dilakukan oleh PHRI ini juga akan diikuti oleh asosiasi desa wisata dan UMKM se-Kulon Progo. Sehingga dukungan ini akan memotivasi warga perantau Kulon Progo dan terlebih pelanggan GRBB dan GRMB yang pulang kampung. Karena akan bisa menikmati fasilitas diskon saat mereka berkunjung ke lokasi atau desa wisata, makan di restoran dan menginap di hotel, serta saat belanja di pusat oleh-oleh Kulon Progo.

Sementara itu, Agus Triantara, Sekum Bakor PKP, menyampaikan bahwa sebelum hadir di pertemuan tersebut, Agus telah menghadap dan melaporkan kemajuan persiapan grand opening GRBB kepada Bupati Kulon Progo. Bupati sepakat bahwa grand opening GRBB yang semula akan diluncurkan pada Januari 2021, harus tertunda. Grand opening akan dilaksanakan setelah semua aspek keberhasilan kegiatan dipandang sempurna dan berhasil. Menurutnya, agar kegiatan GRBB aman secara ekonomis, Ia mentargetkan adanya dukungan riil minimal 500 peserta.

“Kami tidak ingin program ini gagal. Oleh karenanya kami harus pastikan bahwa semua variabel keberhasilan bangunan kegiatan GRBB ini betul-betul siap dan matang. Bagi kami, kegiatan yang sudah didukung oleh seluruh elemen ini merupakan kegiatan yang akan menjadi mercusuar dalam menggerakkan dan menggairahkan ekonomi masyarakat Kulon Progo di 12 kapanewon. Dan kami tidak ada beban apapun karena kegiatan ini bukan proyek yang didanai oleh pemerintah maupun swasta, melainkan murni kegiatan yang mandiri yang digerakkan oleh motif sosial dan ekonomi secara kolaboratif. Oleh karena itu kami ingin menggugah kesadaran seluruh warga perantau di Jabodetabek untuk bergegas mendaftarkan diri sebagai peserta perdana GRBB melalui kelompok paguyuban desa atau alumni sekolahnya”, jelasnya.

Dalam pemaparanya tentang Mabur Bareng, Agus menjelaskan bahwa saat ini sedang proses awal untuk menggodog dan mematangkan konsep. Oleh karena itu Ia sedang berupaya melibatkan berbagai pihak untuk mencermati dan menyempurnakannya.

Disamping akan melibatkan pemerintah daerah dan PHRI, Bakor PKP juga sedang berupaya menjalin komunikasi dan koordinasi dengan PT Angkasapura I, Garuda Indonesia, Sekolah dan Perguruan Tinggi Seni, dsb. Acara tersebut dihadiri Agus Setya, GM Cordia Hotel, perwakilan PT Angkasapura I dan anggota PHRI Kulon Progo dan GRBB. MC Kulon Progo/GRBB/hh