Vaksin Aman Masyarakat Sehat

Kulon Progo - Berbagai kebijakan pemerintah dalam mendukung upaya pemulihan kesehatan dan percepatan pemulihan ekonomi telah disiapkan dan terus dijalankan melalui berbagai program. Salah satu upaya pemulihan kesehatan adalah melalui percepatan penyediaan vaksin sebagai bagian dari prioritas Indonesia Sehat.

Untuk membangun pemahaman, kepercayaan dan partisipasi masyarakat terhadap kebijakan, program dan dampaknya, maka dibutuhkan komunikasi terpadu serta dukungan dari berbagai pihak untuk dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat dengan masif, faktual, kredibel dan mudah dipahami.

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan Kementerian Kominfo RI melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo menggelar webinar terkait vaksin aman masyarakat sehat. Pada Kamis, (3/12/2020), yang disiarkan melalui Zoom meeting dan livestream di Youtube

dr.Sri Budi Utami, M.Kes. selaku Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo sebagai narasumber menjelaskan pemberian vaksinasi COVID-19, disertai dengan penerapan  protokol kesehatan yang ketat, merupakan upaya akselerasi  dalam rangka penanggulangan pandemi.

Kegiatan vaksinasi COVID-19 meliputi tahapan perencanaan,  pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi, dimana keseluruhan  tahapan ini akan didukung oleh sistem informasi terintegrasi

Perlu dilakukan komunikasi publik yang efektif untuk  meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi  COVID-19

Sementara itu, Drs.Rudiyatno M.M selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kulon Progo menjelaskan terkait pengelolaan informasi dan komunikasi vaksin. Terdapat tiga prioritas penanganan Corona di Indonesia, yaitu Indonesia Sehat, Bekerja dan Tumbuh. Mendasarkan pada Perpres 99 Tahun 2020 tentang pengadaan vaksin, Permenkes 12 Tahun 2017 dan Fatwa MUI 04 Tahun 2016. Pada pengadaan vaksin Bio Farma telah mendapatkan komitmen dari SINOVAC untuk menyediakan bahan baku vaksin Covid-19 sebanyak 140 juta dosis sampai tahun 2021. Nantinya akan dilakaukan pengembangan vaksin merah putih dikembangkan oleh konsorsium yg dipimpin oleh Lembaga Eijkman bersama Balitbangkes,  Bio Farma dan beberapa perguruan tinggi.

“Ada beberapa strategi komunikasi vaksin untuk mengedukasi masyarakat diantaranya, Kanal Media Sosial, Media Elektronik/Radio, media cetak, media luar ruang, tokoh masyarakat dan Agama.