Perkuat Koordinasi, Bakor PKP Siap Luncurkan Gayeng Regeng Blonjo Bareng

Konsep Gayeng Regeng Blonjo Bareng (GRBB) dan Gayeng Regeng Mabur Bareng (GRMB) resmi menjadi program kerja Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo (Bakor PKP) tahun 2021. Selain kedua program kerja tersebut juga disepakati program Gayeng Regeng Ngaji Bareng, Gayeng Regeng Mlaku Bareng dan Gayeng Regeng Nggamel Bareng untuk tahun 2021. Program tersebut sesuai kesepakatan saat Rapat koordinasi (Rakor), di Aula POMAD, Jalan Raya Kalibata Tengah, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Sabtu (28/11/2020). Dihadiri oleh 40 peserta terdiri dari ketua/pengurus  paguyuban desa, alumni sekolah maupun komunitas hobby/profesi yang telah menjadi anggota Bakor PKP.

Ketua Umum Bakor PKP Drs. H. Agus Riyanto, M.Pd, menyampaikan bahwa visi dan misi Bakor PKP serta spirit SESABA Kulon Progo sebagai bingkai gerakan Bakor PKP. sesaba Kulon Progo adalah kependekan dari Seruan Sadar Bangun Kulon Progo.

“Bapak Ibu sekalian, visi Bakor PKP adalah terwujudnya Bakor PKP sebagai rumah agung warga perantau Kulon Progo di Jabodetabek dan sekitarnya yang memberikan kehangatan, kenyamanan, kemudahan dalam berkreasi dan berinovasi untuk berpartisipasi memajukan pembangunan Kulon Progo. Maka menjadi tugas kita untuk bersama wujudkan visi ini dengan sepenuh hati,” ungkap Ketua Umum Bakor PKP.

Usai sambutan Ketua Umum, dilanjutkan dengan pemaparan laporan Kegiatan Bakor PKP tahun 2020 dan Rencana Kegiatan Bakor PKP tahun 2021 yang disampaikan oleh Agus Triantara, Sekretaris Umum Bakor PKP.

Agus menjelaskan bahwa program Gayeng Regeng Mabur Bareng (GRMB) adalah sebuah upaya melibatkan partisipasi perantau di manapun berada, termasuk mereka yang ada Luar Negeri dalam memikirkan kemajuan pembangunan Kulon Progo. Banyak saudara kita, dan kita sudah punya data pasti yang berdomisili di berbagai negara terutama di Amerika, Eropa, Malaysia, yang insya Allah siap untuk diundang mabur bareng dan nganyari YIA.

“Proposal GRMB alhamdulillah sudah siap dan segera akan kita komunikasikan dengan berbagai pihak, terutama dengan PT.Angkasa Pura I, Garuda Indonesia dan sebagainya. Kalau konsep sudah matang, kita baru akan merapat ke Bupati untuk memaparkan konsep ini. Jadi masih cukup panjang perjuangannya, sambil menunggu suasana pandemi covid 19 berlalu. Bisa pertengahan tahun ini atau akhir tahun ini. Namun saya berharap minimal sekali bisa terealisasi tahun ini”, ungkap Agus saat pemaparan rencana kerja.

Selanjutnya Agus memaparkan secara detail tentang konsep Gayeng Regeng Blonjo Bareng (GRBB) yang sudah mendapat dukungan penuh dari Bupati dan seluruh lurah serta Panewu se Kulon Progo.

Agus menjelaskann bahwa sosialisasi GRBB secara maraton telah dilakukan di 12 kapanewon pada tanggal 7 sampai 13 Oktober 2020. Dan semua pihak mendukung dan bahkan memberi apresiasi yang sangat positif.

Semua pihak sepakat bahwa Gayeng Regeng (GR) akan menjadi solusi sosial dan Blonjo Bareng (BB) akan menjadi solusi ekonomi ekonomi di tengah pandemi. GRBB merupakan alat pengungkit ekonomi masyarakat petani dan UKM di Kulon Progo tanpa mensyaratkan teknologi dan investasi. Cukup dengan mencarikan order beras, geblek, tempe, growol, gatot, gula, bakpia, wingko babat dsb dari perantau di Jabodetabek, sekalipun di tengah pandemi, kita bisa membantu meningkatkan kemakmuran petani dan UKM Kulon Progo.

Pada uji coba GRBB pada Juni dan Juli 2020 lalu telah menjadi barometer bahwa untuk mengoperasikan GRBB tidak ada yang sulit. Hanya diperlukan dukungan dan kekompakan semua pihak, terlebih dukungan dan kepedulian para perantau sebagai pasar utama GRBB.

Harapannya Bupati Kulon Progo yang menghendaki agar pada saat pelepasan simbolik armada yang mengangkut paket belanjan GRBB perdana di bulan Januari 2021 nanti tidak ada penundaan, sekitar  2 truk, paling tidak kita harus ada 500 peserta. Oleh karenanya tanpa dukungan dari Bapak/Ibu warga perantau, maka program ini sulit berhasil.

Saat ini Bakor PKP tengah membuat aplikasi belanja online, Sebelum dibuka untuk umum, nantinya akan dilakukan simulasi GRBB online dengan melibatkan Bupati dan jajarannya di Kulon Progo, termasuk para panewu. Kalau aplikasi sudah sempurna, akan dilakukan grand opening GRBB. Semoga di awal 2011 GRBB online dapat terlaksana. (BakorPKP/MC/hh)