Gotong Royong Memajukan Kulon Progo

Wates – Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo bersama Pemimpin Cabang Bank BPD DIY Wates Didit Respati Setiadi menjadi narasumber dalam acara Talkshow Gotong Royong Memajukan Kulon Progo yang diselenggarakan oleh Harian Jogja berkerjasama dengan Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo bertempat di ruang kerja Bupati, kompleks Pemkab Kulon Progo pada Jumat (16/10/2020).

Acara Talkshow ini mengusung tema Gotong Royong Memajukan Kulon Progo dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Kulon Progo yang bertema Kebangkitan Ekonomi untuk Kulon Progo Maju.

Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan bahwa Hari Jadi Kulon Progo tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan adanya pandemi Covid-19 ini tidak melemahkan semangat tetapi justru pandemi Covid-19 ini dapat digunakan untuk tetap semangat membangun kemajuan Kulon Progo.

“Karena di tahun ini ada situasi pandemi Covid-19 maka kami memomentumkan Covid-19 ini bukan untuk melemahkan semangat kita tapi justru pandemi Covid-19 ini kita gunakan supaya menggugah spirit kita untuk membangun kemajuan Kulon Progo.” ujar Sutedjo.

Kegiatan ekonomi daerah Kulon Progo di tulang punggungi oleh beberapa sektor, diantaranya yaitu sektor pertanian, perdagangan dan jasa, dan potensi wisata yang di kembangkan di Kulon Progo. Dalam Live Steraming tersebut juga di jelaskan perihal peranan BPD DIY dalam mendukung program program dari pemerintah Kabupaten Kulon Progo salah satunya dalam hal penunjang kemajuan ekonomi yang sedang di garap oleh Kabupaten Kulon Progo. Salah satu yang menjadi sorotan yaitu adalah Yogyakarta International Airport (YIA) dan potensinya.

“Tentunya dengan adanya bandaramenjadi berkah tersendiri bagi Kulon Progo dan kami berharap semoga ekonomi Kulon Progo bisa berkembang memalui Bnadara tersebut, untuk strategi kami juga sudah mempersiapkan, bahkan sebelum bandara ini diresmikan kami sudah berkerja sama dengan DPMBT dan dinas yang lainyang dimana sudah banyak sekali calon calon investor yang sudah mendaftar di DPMBT” ujar Didit.

Dalam hal ini BPD DIY juga menaruh perhatian yang lebih kepada semakin maraknya pertumbuhan kawasan wisata dan kuliner di kabupaten Kulon Progo yang menjadi dorongan positif dan optimisme bagi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam memajukan ekonomi, beberpa waktu belakangan ini juga didapati beberapa tempat wisata dan kuliner baru.

Tidak jauh dari itu Bank BPD DIY juga telah menyiapkan program yang sebenarnya sudah dirancana untuk tetap memajukan ekonomi di masa pandemi salah satunya adalah Pemberdayaan Ekonomi Daerah (PEDE) Program ini memang sengaja di buat oleh BPPD DIY khusus untuk pelaku usaha mikro, dengan bunganya 3 persen dan juga memberi beberapa keringanan bagi masyarakat khususnya pelaku ekonomi yang terdampak Pandemi Covid-19 yaitu dengan melakukan restrusiksasi yaitu melakukan penundaan pembayaran dengan jangka waktu tertentu, misalnya satu sampai tiga bulan, bahkan satu tahun.

Lebih lanjut ia menjelaskan nasabah akan diberi kesempatan untuk melakukan pembayaran di akhir atau sesuai kesepakatan dan jikalau dalam kesepakannya itu misal tiga bulan dan belum juga bisa, nasabah bisa memberikan restruiksasi lagi yang kedua. Agar dapat meringankan beban UMKM dan nasabah sehingga tidak timbul masalah di kemudian hari.

Menanggapi hal ini Bupati Kulon Progo Sutedjo merespon positif terkait program program yang dibantu oleh Bnak BPD DIY dalam mendukung program pemerintah.

“Kami pemerintah kabupaten mengucapkan terimakasih kepada Bank BPD DIY yang ternyata programnya banyak sekali, dan sangat membantu pada masyarakat. Kami memang banyak masyarakat yang ingin maju dan mengembangkan usahanya, tapi terhalang dengan permodalan, nah Bank BPD DIY memberikan solusi dan bantuan terhadap permodalan tersebut," tuturnya. MC Kulon Progo/Salma/Redya.