Lakukan Verifikasi dan Validasi Data Melalui Forum Satu Data Kulon Progo

Wates – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kulon Progo bersama Kepala Badan Pusat Stratistik (BPS) Kabupaten Kulon Progo melaksanakan Pertemuan Forum Satu Data Tahap II. Kegiatan ini dihadiri oleh 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kulon Progo di Ruang Rapat Sermo, Kompleks Pemkab Kulon Progo. Rabu (7/10/2020)

Sebelumnya, Forum Satu Data pertama sudah dilakukan pada (12/7). Pada tahap II ini Kominfo mengundang 22 OPD dengan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dilakukan hari ini dan sesi kedua  dilaksanakan besok pada (8/10) dengan mengundang 10 OPD.

Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik dan Statistik(IKPS), Bambang Susilo,S.Si, M.Eng menyampaikan bahwa sesuai dengan Pergub Nomor 69 tahun 2017 bahwa Forum Satu Data pada hari ini adalah dalam rangka melakukan verifikasi maupun validasi Satu Data di Kulon Progo.

Harapannya dengan adanya Forum Satu Data, dapat memperoleh data yang valid, akurat, terpadu, mutakhir dan terintegrasi. Pada Forum Satu Data ini akan dilakukan verifikasi data yang telah di kirimkan oleh OPD. Selanjutnya ketika sudah selesai diverifikasi, masing-masing OPD diminta menandatangani berita acara bahwa data tersebut sudah diverifikasi dan siap dipublikasikan di portal Satu Data Kulon Progo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Drs. Rudiyatno,M.M menyampaikan pesan bahwa pengambilan data yang lalu jangan sampai ada yang terlewat, supaya menghasilkan data data yang  se-valid mungkin karena data tersebut akan dipakai untuk mengambil keputusan.

“ Data harus semakin baik kemudian nanti bapak ibu sekalian akan  menandatangani  , nanti data data yang sudah kita lakukan verivikasi bersama ini juga supaya bisa bapak ibu pertanggung jawabkan karna data yang ada itu akan dipakai banyak pihak.” Jelasnya.

Kegiatan ini juga sekaligus menjadi moment untuk memperkenalkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kulon Progo yang baru, Drs. Sumarwiyanto yang sebelumnya bertugas di BPS Kabupaten Gunung Kidul. Dalam acara tersebut Sumarwiyanto menyampaikan arahanya terkait penyusunan data, bahwa dengan adanya Satu Data, data-data untuk kebijakan akan terhimpun dalam satu tempat, sehingga pengambil kebijakan tinggal melihat di portal.

Prinsip dalam Satu Data adalah data yang dihasilkan oleh produsen (masing-masing dinas instansi) itu data sektora yaitu data khusus untuk kebutuhan dinas-dinas terkait. Data yang dihasilkan oleh produsen data harus memenuhi standar data, yaitu memiliki metadata, menggunakan kode referensi dan atau data induk, serta memenuhi kaidah interoperabilitas data.

“Standar data berkualitas memenuhi tujuh dimensi yakni relevan, akurat, tepat waktu, koheren (antara data satu dengan yang lain saling terkait), mudah diakses, mudah dipahami dan terbandingkan.” ungkap Sumarwiyanto. (MC Kulon Progo/Ervin/Qornin)