Tingkatkan Perekonomian Anggota KIM Melalui Sosialisasi Usaha dan Bisnis

Wates - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kulon Progo melaksanakan kegiatan sosialisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bertemakan  ‘Usaha dan Bisnis KIM pada Masa Pandemi Covid-19’ di ruang rapat Sermo, Kompleks Pemkab Kulon Progo, Kamis (24/9/2020).

Kegiatan ini bertujuan agar dapat meningkatkan perekonomian para anggota KIM di Kabupaten Kulon Progo pada masa pandemi Covid-19. Dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik (Kabid IKPS) Bambang Susilo, S.Si, M.Eng.,

Bambang dalam sambutannya mengatakan, bahwa sosialisasi KIM hari ini telah masuk kegiatan terakhir, tahap ke tiga.  Sebetulnya kegiatan ini memiliki empat kali agenda dalam setahun, namun karena ada wabah Covid-19 sehingga pertemuan hanya sampai tiga kali.

Menurutnya, Ia berharap pada pertemuan rutin ini dapat memberi manfaat kepada KIM di Kulon Progo dalam rangka berkomunikasi dan bertukar pikiran untuk kemajuan KIM. Kali ini menghadirkan  narasumber seorang master trainer, motivator dan CEO Dinamika Lintasnusa Initiative (DLI) Sapto Tanoyo Poedjanarto yang telah bersertifikat Certifikat Coach Practitioner (CCP) Praktisi Pelatih Bersetifikat.

“Dalam masa pandemi Covid-19, para anggota forum KIM banyak yang mempunyai kegiatan perekonomian. Sehingga nantinya motivator dapat memberikan pengalaman dan wawasannya terkait dengan kegiatan ekonomi,” ucap Bambang.

Sementara itu, Ketua KIM Nyi Ageng Serang (NAS) Kulonprogo Zazin Sulaiman mengatakan bahwa sosialisasi seperti ini merupakan impian KIM sejak awal dibukanya pada  2017 lalu. Pada waktu itu pernah membuka link dan melihat bahwa bantuan pemerintah sangat banyak yang bisa di akses, tetapi dengan terkendalanya persyaratan dalam mengajukan bantuan dan akhirnya belum tercapai.

“Alhamdulillah pada siang ini kita dipertemukan seorang master trainer yang handal dan semoga nanti kita bisa menyerap ilmu yang nanti disampikannya,” terangnya.

Zazin juga mengeluhkan terkait bantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dalam hal ini TIK sangat erat kaitanya dengan KIM, ia meminta agar setiap anggota KIM memiliki hubungan dengan suatu jaringan, sehingga setiap informasi dapat diterima dan dapat menciptakan link positif yang dapat diserap oleh masyarakat.

Selain itu, ia menyampaikan kendala yang dialami oleh KIM saat ini adalah masalah pendanaan karena tanpa ada dana maka tanpa ada kegiatan. KIM saat ini perlu berinovasi atau rekanan dengan pihak ke tiga seperti investor guna mendukung kegiatan untuk sosialisasi. Dalam mendukung sosialisasi pada masyarakat dibutuhkan sarana prasarana seperti proyektor dan layar LCD. Kemudian untuk kendala kedua yakni keberadaan KIM yang saat ini belum sepopuler kelompok Karang Taruna yang ada di desa, bahkan dari pihak pemerintah banyak yang belum mengenal KIM.

“Namun kami mengucapkan terima kasih KIM sudah memperoleh SK Bupati, dan kepada Diskominfo karena telah difasilitasi sampai pertemuan ini dengan beberapa narasumber yang berbeda. Dan kita sebagai yang difasilitasi sebisa mungkin memanfaatkannya,” terang Zazin. (MC Kulon Progo/Novi/Salma/Anin).