Bupati Kulon Progo Dukung BAZNAS Award 2020 Mendatang

Wates – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kulon Progo mendatangi Ruang Kerja Bupati, Pemkab Kulon Progo, Kamis (17/9/2020) terkait permohonan izin menyelenggarakan BAZNAS Award dalam rangka Hari Jadi Kulon Progo, didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Kulon Progo serta Kepala Bagian Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan Setda. Rencana kegiatan ini akan diselenggarakan pada 6 Oktober 2020 di Aula Adhikarta, Gedung Kaca, Pemkab Kulon Progo.

Ketua BAZNAS Kulon Progo, Abdul Madjid mengatakan bahwa pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) dari tahun ke tahun semakin meningkat. “Semester satu di tahun 2020, Kabupaten Kulon Progo mendapat peringkat satu se-DIY dengan jumlah penghimpunan ZIS sebesar Rp 4,3 M serta peringkat kedua adalah Kota Yogyakarta sebesar Rp 3,1 M.”

BAZNAS akan mengundang semua OPD sejumlah 150 orang dengan jumlah di dalam gedung sekitar seratus orang sesuai protokol kesehatan. Selain untuk memperingati Hari Jadi Kulon Progo, BAZNAS Award juga ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada OPD maupun instansi secara vertikal yang telah menyatakan ZIS.

Menurut Wakil Ketua IV Bidang SDM dan Umum BAZNAS Kulon Progo, Dra. Hj. RR. Widiastuti, nominasi dalam BAZNAS Award diperuntukkan bagi OPD terbanyak dalam hal nominal zakat, OPD dengan 100% anggota yang sudah melakukan zakat, serta OPD tertib administrasi. Bagi perorangan juga akan diselenggarakan, salah satunya nominasi BAZNAS Inspirator yang akan diberikan kepada dr. Hasto Wardoyo, SP. OG (k), mantan Bupati Kulon Progo. Selain itu, menurut data 2019, adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah berzakat dan sudah berinfaq juga akan diberikan penghargaan sebagai motivator ASN yang lain.

Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo menyambut baik dan berterima kasih atas informasi yang diberikan terkait agenda yang sudah dilakukan BAZNAS pada tahun 2019. “Terima kasih atas prestasi BAZNAS, kita sudah memperoleh peringkat pertama di DIY. Itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi karena ketertiban dan kedisiplinan pengurus BAZNAS  Kulon Progo dan pentasyarufan yang juga dilakukan dengan sebaik-baiknya.” ujarnya

Sutedjo menambahkan jika masih banyak masyarakat Kulon Progo yang tidak mampu, tetapi kesadaran untuk membayar ZIS mendapatkan peringkat pertama, sehingga tingkat kesadaran masyarakat sudah bagus, walaupun sebagian besar perolehan zakat berasal dari ASN.

Saat ini masyarakat muslim mempunyai banyak pilihan untuk menyalurkan ZIS melalui badan amil yang lain. Harapannya, lembaga amil yang lain dapat menjadi kerabat maupun  dijadikan kompetitor untuk mendorong kinerja agar lebih baik dengan diimbangi perbaikan yang dilakukan dan terus dilanjutkan. “Ini kegiatan yang baik, maka tujuan yang baik agar dilakukan dengan cara yg baik juga sehingga hasilnya baik. Semoga kegiatan ini bisa berjalan lancar dan sukses.” Pungkasnya. MC Kulon Progo/Retri/Dhofin.