Masa Pandemi Covid-19, Padat Karya Mengurangi Pengangguran di Kulon Progo

Wates - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulon Progo bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kulon Progo dan seluruh wartawan di Kulon Progo yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kulon Progo (PWK) menggelar Jumpa Pers tentang pelaksanaan program padat karya di masa pandemi Covid-19 yang di laksanakan di Bale Agung, kompleks Pemkab Kulon Progo, Jumat (11/9/2020).

Dalam program padat karya yang di gelar Kulon Progo bertujuan agar dapat meningkatakan perekonomian masyarakat akibat dari pandemi Covid-19 juga untuk memperluas lapangan kerja guna mengurangi angka kemiskinan. Program ini juga mendukung kebijakan Pemkab Kulon Progo dalam memenuhi Sumber Daya Masyarakat, dan tatanan padat karya pada infrastruktur ini terutama dalam pengangguran.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Kulon Progo, Drs. Nurwahyudi, M.M mengatakan bahwa program padat karya yang ada di Kabupaten Kulon Progo sebanyak 63 paket yang seluruhnya merupakan proyek insfratuktur fisik seperti pengerjaan jalan (Corblock) dan talut. Rincian paket itu meliputi 52 paket yang dikerjakan di APBD perubahan 2020, dan sisanya yakni 11 paket di APBD murni.

Kemudian total dana yang digelontorkan untuk seluruh paket itu mencapai Rp5 (lima) miliar. Dengan rincian untuk DKK sebesar Rp400 juta, untuk APBD murni sebesar Rp. 700 juta,dan untuk APBD Perubahan sebesar Rp 4 miliar.

Kemudian untuk progres pembangunan padat karya yang dikerjakan dalam APBD murni sebanyak tujuh titik yang sudah mencapai 99 persen dan satu titik 45-50 persen. Sisanya satu titik lagi yang akan dikerjakan pada APBD Perubahan yang saat ini masih menunggu hasil evaluasi Gubernur DIY bersamaan dengan 51 paket lainnya yang dikerjakan di APBD perubahan.

“Untuk kegiatan padat karya di APBD murni sudah dikerjakan sejak awal tahun dan untuk yang APBD Peruabahan belum dikerjakan karena masih menunggu hasil evaluasi dari Gubernus DIY” terang Nurwahyudi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Kabupaten Kulon Progo Boiran, S.Pd, SH, MA juga mengatakan bahwa dalam program padat karya ini Dinakertrans memastikan program ini akan kembali dilaksanakan pada APBD perubahan 2020 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ada, guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 yang saat ini masih terus berlangsung.

“Kegiatan padat karya yang kembali digelar disamping untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat karena dampak Covid-19 tentunya harus tetap mentaati protokol kesehatan, hal ini harus terus beriringan.” terangnya dalam jumpa pers tersebut.

Dalam program ini Boiran juga menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan dan kapanewon yang menjadi lokasi program padat karya untuk memastikan kegiatan tersebut benar-benar menerapkan protokol kesehatan, di antaranya kewajiban pekerja menggunakan masker, tidak berkerumunan dan tidak bertukar alat makan.

Pekerja yang diprioritaskan merupakan warga sekitar proyek yang kemudian juga dicek suhu tubuhnya sebelum mengikuti kegiatan tersebut. Jika suhu diatas 37.5o C, maka pekerja diminta untuk istirahat diruamah.

“Yang bersangkutan boleh ikut lagi apabila dilain hari suhunya sudah normal dan kondisi tubuh sudah sehat,” imbuh Boiran. MC Kulon Progo/ Retri/Novi.