Kartu Tani Hindari Penyalahgunaan Distrisbusi Pupuk Bersubsidi

Wates, - Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Kulon Progo bermitra dengan Bank BRI menggelar pertemuan terkait percepatan implementasi penebusan pupuk dengan Kartu Tani dengan Distributor dan pengecer pupuk bersubdisi di Aula Adikarto, kompleks Pemkab Kulon Progo, Kamis (3/9/2020). Hadir juga, Perwakilan Kanwil BRI DIY, Bagian Perekonomian Sekda Kulon Progo, serta Dinas Perdagangan Kulon Progo.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan (SK) Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian No. 498/SR.320/08/2020 tertanggal 19 Agustus 2020 perihal Surat Keputusan kepada Kuasa Pengguna Anggaran subsidi pupuk tentang penagihan penebusan pupuk bersubsidi menggunakan dashboard Bank, dimana per 1 September penyaluran pupuk bersubsidi menggunakan sistem kartu tani. Sebelumnya, Distanpangan telah memilih Kapanewon Kokap sebagai lokasi percontohan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Ir. Muh. Aris Nugroho, MMA, mengatakan dengan adanya kartu tani proses penyaluran pupuk bersubsidi akan lebih tersistem dan sesuai dengan peruntukannya. Penerimaan pupuk subsidi dan Kartu Tani yang diterapkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran. Sistem tersebut dirasa tepat untuk mengevaluasi distribusi pupuk bersubsidi 2020 sekaligus meminimalisir penyelewengan.

“Tujuan dari pemerintah dengan penyaluran menggunakan kartu tani dengan sistem tertutup maka tidak ada lagi permasalahan bahwa pupuk bersubsidi disalurkan tidak tepat sasaran juga menghindari pihak yang tidak bertanggungjawab. Dalam Kartu Tani tersebut berisi mengenai kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani yang di input dalam e-RDKK,” jelasnya

Aris menambahkan, data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) juga menjadi referensi bagi pembagian kartu tani yang akan digunakan untuk pembayaran pupuk bersubsidi. Melalui program tersebut, petani membayar pupuk subsidi melalui bank, sesuai dengan kuota dan harga pupuk subsidi. Distributor dan kios menjadi kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada.

Perwakilan Kanwil BRI Yogyakarta, Atik menuturkan program ini akan melindungi hak-hak petani untuk mendapatkan hak pupuknya sesuai dengan yang sudah ditentukan tidak bisa diambil haknya oleh orang lain. Kios Pupuk Lengkap (KPL) akan membantu petani dan membantu pemerintah untuk mengawasi penggunaan pupuk bersubsidi ini agar tepat sasaran.

Lanjutnya, Petani yang akan membeli pupuk subsidi dengan membawa kartu tani data ke agen atau pengecer yang telah ditunjuk kemudian Kartu Tani digesek pada mesin EDC di kios untuk melakukan pembelian pupuk subsidi sesuai dengan kebutuhan. Kartu tani ini tidak hanya digunakan untuk penebusan pupuk saja, tetapi bisa digunakan untuk menabung dan transaksi karena Kartu Tani adalah rekening tabungan seperti pada umumnya. Bedanya kartu ini dengan yang lain, kartu ini bisa dipakai untuk penebusan pupuk karena berisi data kuota masing-masing petani berdasarkan RDKK yang telah di upload oleh KPL ke Kapanewon.
Distributor Pupuk Petrokimia Gresik Kapanewon Galur, Rohadi mendukung dengan program Kartu Tani namun masih terdapat kendala di lapangan yang harus dicari solusi  diantaranya pupuk  dikartu tani yang masih kosong.

“KPL yang menyalurkan pupuk dengan sistem baru kartu tani kami harapkan ada perhatian khusus karena di KPL ini merupakan ujung tombak memiliki beban lebih dari sebelumnya karena di KPL harus memiliki saldo kalo di tahun sebelumnya hanya menerima  pembayaran dari Petani,  kalo sekarang harus memiliki saldo di tabungannya utk bisa melayani dan tidak seperti tahun-tahun sebelum penggunaan kartu tani ini, karena memerlukan tambahan waktu,” jelasnya.

Sementara itu, dari sisi ketersediaan alokasi pupuk saat ini masih aman, dari uraian alokasi setahun di Kabupaten Kulon Progo hingga Juli terserap 2870 ton pupuk urea, SP-36 terserap 574 ton, Zet-a terserap 1115 ton, Pupuk Ponska terserap 4974 ton serta Pupuk Organik 331 ton. Distanpangan menjamin ketersediaan ini sampai bulan Desember dengan terus mengupayakan pelayanan jika terdapat Kapanewon yang memiliki kekurangan dengan realokasi waktu ataupun realokasi antar Kapanewon. MC Kulon Progo/Lia/Fira.