BPS dan Diskominfo Kulon Progo Lakukan Sosialisasi Sensus Penduduk 2020

Wates, – Badan Pusat Statistik (BPS) Kulon Progo bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informaatika (Diskominfo) Kulon Progo melakukan jumpa pers dengan para wartawan yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kulon Progo (PWK) di Bale Agung, Kompleks Pemkab. Kuon Progo, Rabu (26/8/2020).

Hadir pada acara ini Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kulon Progo, Sugeng Utomo yang sekaligus memimpin langsung jalannya pertemuan didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo, Drs. Rudiyatno, MM serta para wartawan Kulon Progo.

Pertemuan tersebut membahas mengenai Sensus Penduduk 2020 (SP 2020) yang bertujuan untuk mensosialisasikan SP 2020 dalam menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk menuju satu data kependudukan Indonesia.

Sensus penduduk ini merupakan kelanjutan dari sensus penduduk online yang dilakukan pada 15 Februari hingga 29 Mei lalu. Selain itu, juga untuk membantu bagi masyarakat yang belum melakukan sensus penduduk online secara mandiri dikarenakan minimnya pengetahuan teknologi sehingga akan dilakukan pendataan dilapangan yang akan dilaksanakan di September 2020.

Dalam penjelasannya, Sugeng Utomo mengatakan, SP 2020 ini merupakan sensus penduduk yang ke-7 dan menggunakan metode kombinasi (combine method) yaitu menggunakan data administrasi kependudukan sebagai basis data dasar.

Penduduk yang dicatat pada SP 2020 adalah seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang telah atau akan tinggal di Indonesia selama satu tahun atau lebih.

“SP 2020 dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia termasuk perwakilan RI yang ada di luar negeri/territorial Indonesia beserta keluarga,” kata Sugeng.

Lanjutnya, karena SP 2020 September mendatang masih dilakukan di tengah pandemi Covid-19, maka BPS akan melaksanakan tata kelola SP 2020 yang baru sesuai dengan kondisi pandemi dan dengan berbagai mode. Di Indonesia terbagi ke dalam tiga zona. Zona satu dengan Drop Of Pick Up (DOPU) dokumen, Zona dua non DOPU atau dengan mode door to door pemeriksaan ke seluruh rumah, dan zona tiga dengan mode wawancara tatap muka.

“Memang kami membagi jadi tiga zona, zona satu termonitor sebagai zona merah sehingga tidak door to door, tapi Drop Of Pick Up (DOPU) dokumen semacam kuisioner beberapa hari kemudian akan kami ambil. Untuk Kulon Progo khususnya dan Yogyakarta serta Sleman pada umumnya masih zona dua jadi masih dimungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan dan verifikasi lapangan oleh petugas bersama Ketua/pengurus RT, Kalau zona tiga khusus untuk wilayah Papua dan Papua Barat,” ujar Sugeng

Petugas sensus yang akan melakukan pemeriksaan daftar penduduk dan verifikasi di lapangan adalah petugas sensus yang bebas Covid-19 dan sudah dibekali dengan APD berupa face shield, masker, sarung tangan, dan hand sanitizer.

Hasil sensus ini nantinya menjadi bahan evaluasi pembangunan dan dasar perencanaan di berbagai bidang.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo, Drs. Rudiyatno, MM menuturkan masuknya Kulon Progo sebagai zona dua penyebaran Covid-19 membuat pelaksanaan sensus penduduk di Kulon Progo dapat dilakukan secara langsung namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kulon Progo termasuk zona dua, jadi petugas bisa datang ke rumah penduduk langsung didampingi Pak RT tapi karena pelaksanaannya masih dalam pandemi jadi harus dilakukan sesuai protokol kesehatan,” tutur Rudiyatno.

Rudi berharap pertemuan ini semoga bisa menjadi ajang sosialisasi bagi masyarakat melalui para wartawan terkait pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 di bulan September nanti. MC Kulon Progo/Fira/Aldy.