Menteri Sosial RI Tinjau Program Bantuan Kemensos di Kulon Progo

Kulon Progo, - Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara mengunjungi Kulon Progo, Rabu (19/8/2020). hal ini dilakukan dalam rangka kunjungan kerja untuk meresmikan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan meninjau langsung beberapa program Kemensos di Kulon Progo.

Setelah melaksanakan peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia dan Pencanangan Kawasan Siaga Bencana (KSB) di Aula Adikarto Pemkab Kulon Progo, Juliari melanjutkan perjalan ke Mutihan Kapanewon Wates untuk meninjau langsung sesi Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) di masa pandemi covid-19 dan penyerahan sertifikat kepada KPM Graduasi. Disana Juliari memberikan sosialisasi terkait program PKH yang dilaksanakan oleh Kemensos.

"Disini saya ingin melihat langsung bagaimana sesi P2K2 berlangsung di situasi Covid-19 ini, apakah bisa berjalan dengan baik atau tidak. Artinya, tetap melakukan protokol kesehatan," ujar Juliari.

Seperti yang diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kemensos menyalurkan bantuan kepada masyarakat bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia. Untuk itu, selain menghadiri sesi P2K2 di Mutihan Kapanewon Wates, Juliari juga menyalurkan BST (Bantuan Sosial Tunai) dan Program Sembako secara langsung kepada penerima bantuan di Kantor Pos Kapanewon Wates. Kegiatan ini merupakan kegiatan pemberian Jaring Pengaman Sosial (JPS) berupa Bantuan Sosial Tunai (BST).

Pemberian Program Sembako di Kulon Progo dilandasi semangat Bela-Beli Kulon Progo yaitu komoditas program sembako yang diberikan merupakan produk atau hasil dari bumi Kulon Progo. Bentuk bantuan program tersebut berupa E-Warong sejumlah 113 berasal dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Kelompok Difabel Desa (KDD), dan Kelompok Asuh Keluarga Binangun (KAKB) juga Supplier yang berasal dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), IKM Tahun dan Tempe. Total jumlah penerima (Keluarga Penerima Manfaat (KPM))  program sembako di Kulon Progo sebanyak 48.470 KPM.

Tidak hanya menyalurkan bantuan di Kantor Pos Kapanewon Wates, Juliari juga menyalurkan sembako dan BST berupa uang tunai sebesar Rp. 600.000 di Kalurahan Bojong Kapanewon Panjatan. Selain itu, Juliari juga meninjau hasil usah dari Kelompok Usah Bersama (KUBE) DS Kalurahan Bojong. Untuk jumlah penerima sembako di Kalurahan Bojong sebanyak 381 KPM.

Adapun total jumlah penerima BST di Kulon Progo sebanyak 20.160. Bantuan tersebut disalurkan melalui 2 jalur yaitu melalui Bank BTN, BNI 46, dan Mandiri serta melalui PT. Pos Indonesia yang terdiri dari 17.643 KPM melalui PT. Pos Indonesia dan 3.399 KP melalui Bank.

Menurut Juliari, pemanfaatan infrastruktur seperti Kantor Pos dan Kantor Desa akan memudahkan Kemensos dalam menyalurkan bantuan kepada masyaraat dalam berbagai segi. Juliari menambahkan tujuannya datang ke Kulon Progo untuk meninjau langsung penyaluran bantuan ke masyarakat juga untuk melakukan komunikasi dengan penerima bantuan sehingga apabila ada permasalahan atau keluhan dilapangan bisa segera diselesaikan.

Di kunjungan terakhirnya di Kalurahan Bojong, Mensos mengatakan Kabupaten Kulon Progo menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan bantuan yang diberikan pemerintah sehingga bisa mensejahterakan rakyatnya.

“Perlu dicatat bahwa seluruh produk atau bahan makanan yang dijual di seluruh warung di Kulon Progo adalah produk lokal. Artinya, uang yang kita salurkan lewat program BNPT ke Kulon Progo bisa muter di Kulon Progo sendiri. Saya kira Kulon Progo ini perlu dicontoh di Kabupaten lainnya bagaimana bantuan yang besar nilainya dari Pemerintah melalui Kemensos ini sebisa mungkin dinikmati oleh warga yang menerima bantuan jadi ekonomi kerakyatannya bisa bergulir,” ujar Juliari.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Sutedjo memaknai kunjungan kerja Menteri Sosial RI ke Kulon Progo sebagai motivasi dorongan dan semangat bagi masyarakat untuk dapat berkembang lebih baik lagi terutama di era pandemi ini.

“Kunjungan Pak Menteri ini sangat memotivasi kita untuk bisa berkembang dan mandiri karena pola yang digunakan di Kulon Progo nampaknya akan di replikasi di daerah lain. Itu artinya kita sudah memanfaatkan bantuan yang diberikan Pemerintah dengan baik. Kita tidak menyerahkan barang-barang ke pedagang tapi ke Kelompok Wanita Tani, pengrajin Tahu tempe dan peternak, ini yang tidak dilakukan di daerah lain,” jelas Sutedjo. MC Kulon Progo/Fira/Siwi/Dhofin/Hari