Permudah Layanan, Polres Kulon Progo Lauching SI Made

Panjatan, - Untuk memberikan kemudahan serta pelayanan secara prima kepada masyarakat terkhusus dalam bidang pembuatan SIM, Polres Kulon Progo melaunching Program SIM masuk desa (SI Made).

Peluncuran program yang diperuntukkan untuk memudahkan masyarakat desa dalam mendapatkan SIM ini resmi dilaunching oleh Kapolres Kulon Progo, AKBP Tartono, S.H., M.B.A didampingi Dandim, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Kulon Progo, Perwakilan Ditlantas Polda DIY, Asda (Perwakilan Pemkab), Camat Panjatan, dan Lurah Bugel di Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Selasa (28/7/2020).

SI Made merupakan program yang dibuat sebagai inovasi dari Direktorat Lalu Lintas Polda DIY yang bekerjasama dengan Polres Kulonprogo sebagai pelaksana kegiatan. Dalam hal ini melaksankaan UU No. 2 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaran Registrasi Identifikasi Kendaraan Bermotor dan Pengemudi, yaitu penertiban SIM.  Melalui program ini masyarakat desa yang belum memiliki SIM namun sudah berkendara motor bisa mengurus pembuatan SIM tanpa harus datang ke kantor Satuan Pelayanan Administrasi SIM (Satpas) Polres Kulon Progo.

Selain untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, program ini juga bertujuan untuk mengurai kerumunan peserta SIM di Satpas Polres Kulon Progo. Adanya kerumunan bertentangan dengan himbauan Pemerintah yang harus menerapkan jaga jarak sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19.

"Dalam situasi pandemi ini, sesuai pencanangan dari pemerintah, Seluruh Indonesia harus menerapkan adaptasi kebiasaan baru yang harus dilaksanakan dimana jaga jarak menjadi pokok utama,  maka dari itu adanya terobosan SI Made ini, pelayanan yang ada di polres akan lebih berkurang antriannya dan akan terpecah menjadi peserta uji di masing-masing titik layanan yang sudah ditentukan,” kata Kapolres Kulonprogo, AKBP Tartono, usai peluncuran program SI Made

SI Made yang dilaunching hari ini, dikatakannya merupakan titik yang pertama di Kulon Progo. Rencananya SI Made selanjutnya akan dilaksanakan di Kawasan Stadion Cangkring, Area  Embung Krapyak Kalibawang, dan Kompleks Balai Kalurahan Sentolo. Pemilihan lokasi SI Made tersebut dikarenakan tempatnya yang strategis. 

Untuk pelayanan di Balai Kalurahan Bugel akan melayani pembuatan SIM bagi masyarakat di Kapanewon Panjatan, Galur dan Lendah. Stadion Cangkring untuk Wates, Temon, Kokap dan Pengasih. Embung Krapyak melingkupi warga di Kalibawang, Girimulyo dan Samigaluh, serta Balai Kalurahan Sentolo melayani untuk wilayah Kapanewon Sentolo dan Nanggulan.

Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Didik Purwanto menambahkan, layanan SI Made bisa diakses oleh seluruh warga Kulonprogo. Teknis pembuatan SIM di layanan ini sama dengan yang diberlakukan di Satpas. Peserta uji SIM harus melalui dua tes yaitu tes kesehatan dan psikologi serta tes teori dan praktik sebagai persyaratan.

"Seluruh rangkaian tes itu dilangsungkan di tempat yang dipilih sebagai lokasi SI Made," jelasnya.

Dikatakan Didik, pemberlakuan layanan SI Made untuk saat ini belum dilakukan secara reguler atau setiap hari karena tergantung dari seberapa banyak jumlah pemohon pembuatan SIM.

Sementara itu, salah seorang peserta uji SIM, Kasminingsih (34th), mengaku senang dengan adanya program ini. Menurutnya kehadiran SI Made memudahkan warga yang ingin membuat SIM.

"Kami merasa diuntungkan sekali karena lebih dekat, lebih mudah, pelayanan bagus dan prosesnya cepat, tidak sampai 30 menit selesai dan antriannya tidak banyak. Sebelumnya kami harus datang ke Polres Kulonprogo. Sementara jaraknya dari rumah jauh, kalau disini jadi dekat" kata warga Kalurahan Gotakan, Panjatan ini.

Dengan dilaunchingkannya program SI Made ini, diharapkan dapat mempermudah dan menggugah kesadaran masyarakat untuk mau mengitui ujian SIM. Karena masih banyak masyarakat khususnya desa yang sudah berkendara bermotor tapi belum memiliki SIM. MC Kulon Progo/Dhofin/Fira