Forum Satu Data, Wujudkan Basis Data Akurat, Terpadu, Terpusat, dan Terintegrasi

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo menggelar forum verifikasi Satu Data Daerah Kulon Progo yang harusnya dilaksanakan pada Maret 2020 harus mundur dengan maraknya pandemi sehingga baru terealisasikan, pada Rabu (22/07/2020), di ruang rapat Sermo kompleks Pemkab Kulon Progo.

Kegiatan ini dihadiri oleh 14 OPD Kulon Progo yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan (DINKES), Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO), RSUD Wates, RSUD Nyi Ageng Serang, Kapanewon Samigaluh dan Kapanewon Kalibawang.

Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2017 tentang Sistem Pengolahan Satu Data Daerah, disebutkan pada Pasal 17 Ayat (1) verifikasi dan validasi data dilakukan oleh Walidata dan Produsen Data melalui Forum Data, Ayat (2) verifikasi dan validasi data dilakukan untuk memperoleh data yang valid.

Kepala Diskominfo Kulon Progo Drs. Rudiyatno, M.M. berharap data yang diupload semakin banyak, sehingga dapat terlengkapi juga serta berpengaruh dengan kinerja Kabupaten secara keseluruhan. Sehubungan dengan adanya perubahan kebijakan mengenai mekanisme dan prosedur validasi data untuk menentukan data untuk dikoreksi, progress yang baru Satu Data untuk menentukan data yang nanti akan diupayakan dan dicantumkan dalam rangka perencanaan pembangunan daerah.

“Kehadiran Satu Data merupakan wujud keterbukaan informasi publik dari Pemerintah Kabupaten kepada masyarakat Kulon Progo,” ujarnya

Sementara itu, Bambang Susilo, S.Si., M. Eng. selaku Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik (IKPS) Diskominfo Kulon Progo mengungkapkan bahwa pentingnya data dalam perencanaan pembangunan dengan kelengkapan data. Secara bertahap data-data yang ada di Kulon Progo dari Satu Data ataupun database semakin terlengkapi terkait permintaan dari Kementerian ataupun Provinsi.

“Berharap Satu Data ini memiliki format yang sama sehingga OPD tidak berulang kali mengolah data dan cukup satu kali entry. Penyampaian data, kelengkapan dan kesempurnaan data dari masing-masing OPD harus benar-benar valid dan akurat,” kata Bambang.

Selain itu, menurutnya masing-masing OPD akan diminta kroscek data yang telah disampaikan ke Diskominfo, antara satu OPD dengan OPD yang lain apabila ada keterkaitan maka diperlukan juga untuk kroscek. sehingga, forum ini dapat mewujudkan basis data yang akurat, terpadu, terpusat, dan terintegrasi sehingga tidak ada data yang keluar dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait data tiap database berbeda-beda, dengan melakukan checking atau validasi data yang masuk. Peserta yang hadir dari masing-masing OPD bertanggungjawab dan menjadi wakil untuk menandatangani berita acara forum data tentang keakuratan dan kevalidan data yang dikirim.

Dalam forum Satu Data  juga menghadirkan dari BPS Kulon Progo. Andriana Nurmahmuf, S.Si., MPA. selaku Kepala Seksi Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS) BPS Kulon Progo menyambut baik adanya forum Satu Data ini, mengingat pentingnya data sebagai sesuatu yang penting dalam proses pengambilan data agar tidak menimbulkan hal yang tidak diharapkan.

“Satu Data merupakan amanah dari kebijakan Keputusan Peraturan Bupati yang menempatkan Kulon Progo diposisi terdepan dalam hal perdataan, hal ini sangat positif karena kita mendapatkan semacam keuntungan, keunggulan waktu yang patut kita syukuri dan manfaatkan semaksimal mungkin. Nantinya akan ada pengelompokan untuk setiap variabel data,” kata Andriana. MC Kulon Progo/Lia/Mei