Tumbu Kembangkan Nasionalisme DPC Gerakan Pemuda Marhaenis Lakukan Audiensi Dengan Pemkab Kulon Prog

Dewan Pengurus Cabang (DPC) Organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kulon Progo menggelar audiensi bersama Bupati Kulon Progo, Senin (9/3/2020), di ruang rapat Menoreh, kompleks Pemkab Kulon Progo. Maksud dan tujuan audiensi tersebut untuk memperkenalkan Ormas GPM kepada Pemkab Kulon Progo serta memaparkan beberapa program dari GPM.

Dalam audiensi tersebut rombongan dipimpin Ketua DPC GPM Kulon Progo Ariyawan Arditama, SH mengatakan tujuan kami sebagi organisasi barisan Nasionalis membawa DPC untuk memperkenalkan seluruh jajaran kepada pemkab Kulon Progo, terkait GPM sendiri adalah organisasi meneruskan perjuangan gerakan Marhaenis mengusung idiologi Bung Karno.

“Secara resmi organisasi kami belum melaporkan diri ke Badan Kesbangpol Kulon Progo, karena masih menunggu kongres Nasioanl di Bandung, namun untuk SK sudah ada, setelah kongres kami akan melengkapi persyaratan – persyaratan yang akan diajukan sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Selain itu, untuk program kami membantu di tingkat kebencanaan serta sudah proaktif didalam kebencanaan, GPM terus menumbuhkembangkan ideologis nasionalis dan melaporkan segala bentuk yang mengarah pecah belah bangsa termasuk merusak nasionalisme.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan pertemuan ini dimaknai untuk memperkuat komitmen kebangsaan. Ia menekankan setiap membentuk suatu oragniasi pola pikir haruslah runtut, yang pertama adalah apa yang akan dikerjakan terlebih dahulu, kemudian membentuk lembaga dan menetapkan struktur organisasinya.

“Berharap GPM ini betul – betul selalu mengingat kaum kecil atau kaum marhen untuk terus diperjuangkan. Karena organisasi ini dibentuk dalam rangka memperjuangkan dan mengakomodir, mencukupi kebutuhan dan memperjuangkan kepentingan anggotanya,” jelasnya.

Sutedjo menambahkan kami mengapresiasi dengan komitmen yang kuat dari GPM, ia berpesan nantinya ormas tersebut dapat memenuhi syarat – syratnya, sehingga keberadaan ormas ini dapat diakui publik. Selain itu, banyak sekali masukan yang diberikan agar nantinya dapat ditindak lanjuti, salah satunya adalah membuat sebuah monumen untuk dalang Ki Hadi Sugito.

Dengan hadirnya ormas ini harapannya bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan serta dapat mengurangi paham – paham intoleransi khususnya di Kabupaten Kulon Progo sehingga dapat lebih baik. Legalitas dan syarat merupakan kewajiban setiap ormas, serta sangatlah penting untuk menunjang tujuan ormas tersebut, mengingat jumlah ormas di Kulon Progo mencapai 126 ormas. MC Kulon Progo/hr