Disnakertrans Kulon Progo Cetak Wirausaha Dan Tenaga Kerja Mandiri Melalui Pelatihan

Kulon Progo, - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulon Progo menggelar pembukaan pelatihan wirausaha baru terintegrasi dan pelatihan tenaga kerja mandiri sektor informal. Acara tersebut berlangsung di Aula Disnakertrans Kulon Progo, Selasa (25/2/2020).

Kepala Disnakertrans Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana,SE mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari nota kesepahaman bersama antara Bupati dengan Dirjen Pembinaan dan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI dalam peningkatan produktivitas dan daya saing. Sudah berlangsung pada 15 November 2019 lalu.

“Pelatihan kewirausahaan baru dan Inovasi terintegrasi dengan total keseluruhan yang sudah diberikan pelatihan terintegrasi ada 140 Usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pelatihan tenaga kerja mandiri sektor informal berjumlah 20 orang dengan bidang handycraff yaitu membuat kerajinan dari limbah plastik dan semua pembiayaan dibiayai oleh Kemenaker RI melalui Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP),” ujar Eko Wisnu.

Eko Wisnu Wardhana, menambahkan animo masyarakat Kulon Progo dari para pelaku UMKM cukup tinggi, sehingga perlu penambahan kuota.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Drs.H.Sutedjo menyampaikan dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sehingga mampu menggali potensi yang ada serta menjadi daya ungkit memberikan semangat dalam menekuni usaha.

“Walaupun pelatihan ini hanya berlangsung singkat, tetapi paling tidak mampu memberikan bekal yang cukup bagi para peserta pada saatnya nanti untuk berwirausaha,” ujar Sutedjo.

Lebih lanjut, ilmu yang telah diberikan dan diterima oleh para peserta kiranya dapat dipraktikkan untuk mengukur sampai dimana proses penyampaian dan penerimaan ilmu dari para mentor kepada para peserta sekalian.

“Mengingat persaingan pasar bebas yang sangat kompetitif antar negara sudah berlangsung, untuk itu peserta  dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik dan penuh ketekunan, sehingga proses transfer ilmu dapat terjadi secara baik pula,” pungkas Sutedjo.

Dihadiri oleh Bupati Kulon Progo, Kepala Bidang Penyelenggara dan Pemberdayaan Mayarakat Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP)  Kemenaker RI, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kulon Progo, UPT BLK, dan peserta pelatihan.

Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM tenaga kerja perlu adanya pelatihan wirausaha baru terintegrasi dan pelatihan tenaga kerja mandiri sektor informal  agar dapat menjadi daya ungkit yang kuat. Sehingga kedepan mampu memberikan semangat dalam menekuni suatu usaha, karena semangat dan motivasi merupakan modal besar dalam melangkah dan merintis sebuah usaha. (MC Kulon Progo/Mira/Hari).