DPRD Majalengka Belajar Pengelolaan Sektor Pariwisata Di Kulon Progo

Pemkab Kulon Progo melalui Bagian Administrasi Pemerintahan Setda Kabupaten Kulon Progo menerima kunjungan Komisi II DPRD Kabupaten Majalengka, di ruang Glagah, kompleks Pemkab Kulon Progo. Selasa (18/2/2020). Rombongan berjumlah 15 dipimpin Ketua DPRD Majalengka Drs H Edy Anas Junaedi, MM. Diterima langsung Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Drs. Nur Wahyudi, MM.

Edy Anas Junaedi mengatakan tujuan kunjungan kerja ke Kulon Progo adalah ingin mengetahui pengembangan kepariwisataan dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Kulon Progo.

“Kami ingin belajar tentang pengembangan wisata di Kulon Progo agar nantinya dapat kami contoh dan diterapkan di Majalengka untuk mendukung PAD di daerah kami,” ungkapnya.

Menurut Edy, di sektor pariwisata seperti Desa wisata di Majalengka tak kalah bagus dengan daerah lainnya, namun yang menjadi permasalahannya adalah masih perlunya penanganan lebih jauh pada bidang wisata ini, berharap adanya bandara Kertajati di Majalengka dapat tumbuh pada sektor wisata karena selama ini asumsi pendapatan PAD sebagaian dari karcis, ritel dan hiburan.

 “Kami bersama komisi II yang menanungi pariwisata memiliki tanggungjawab untuk memberi masukan dan pembenahan terhadap pengelolaan wisata di daerah kami, dengan kunjungan ini semoga dapat memberikan masukan agar daerah kami sejajar dengan kabupaten/kota lain,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Nining Kunwantari, S.Sos., MA, mengatakan saat ini Kulon Progo mempunyai 11 Desa wisata yang sudah dibentuk. Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Pariwisata terus berupaya mengembangkan di sektor wisata melalui beberapa program yang didukung dana keistimewaan (danais) dan dana alokasi khusus (dak).  Tahun ini target PAD dari sektor wisata adalah sebesar lima milyar rupiah.

“Program yang paling banyak adalah melakukan pembinaan kepada pelaku wisata berupa pelatihan – pelatihan serta pembangunan obyek wisata, agar para pelaku wisata dapat mandiri dan berkreasi untuk  mengelola wisata sehingga memunculkan daya tarik wisatawan,” jelasnya.

Nining Kunwantari menambahkan dalam mempromosikan wisata pihaknya menggunakan peta wisata berbasis online yang dibuat Pemkab Kulon Progo, sehingga tidak terlalu banyak membutuhkan anggran, serta menjalin kerjasama dengan bank daerah untuk membuat buku direktori.

“Untuk menggerakkan mereka kita memberikan motivasi dan suport dalam bentuk lomba wisata, melalui kegiatan tersebut dapat dikembangkan untuk membuat paket wisata, sehingga lebih disukai masyarakat,” pungkasnya.

Selain di sektor wisata, dalam kunjungan tersebut juga dipaparkan tentang program inovasi kabupaten Kulon Progo seperti Toko milik rakyat (Tomira), Airku, Pendidikan Karakter, serta dibidang aplikasi seperti bumilku untuk mendukung smart city di Kulon Progo. MC Kulon Progo/hry.