Inovasi Jalin Asmara Atasi Masalah Sanitasi Masyarakat

Dinas Kominfo Kulon Progo menggelar jumpa pers dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo terkait penghargaan Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (02/12/2019) di Auditorium TVRI, Jakarta. Jumpa pers digelar pada Senin (9/12/2019), di RM Iwak Kalen, Wates, menghadirkan dua narasumber, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo dr.Sri Budi Utami, M.Kes dan Susilo Ratnawati.,A.Md dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, sebagai Sanitarian Penyelia di UPTD Puskesmas Panjatan II.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo dr.Sri Budi Utami, M.Kes  mengatakan Susilo Ratnawati dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo memperoleh penghargaan Adhigana, sebagai tiga terbaik kategori The Future Leader 2019.

“Ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah daerah khususnya pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, yaitu diberlakukannya program dari Kementerian Kesehatan yaitu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),” jelasnya.    

Sri Budi Utami menambahkan beberapa tahun yang lalu sanitasi di Kulon Progo masih memprihatinkan, STBM memiliki lima pilar pertama stop buang air besar sembarangan, cuci tangan dengan sabun, pengamanan makanan di rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga dan pengamanan air limbah rumah tangga.

Sementara, Sanitarian Penyelia di UPTD Puskesmas Panjatan II Susilo Ratnawati.,A.Md, mengatakan STBM dikenalkan sejak 2008, di Kulon Progo sejak 2014 sudah mendeklarasikan lima pilar, kedepan lebih baik lagi.

Inovasi jalin asmara ini adalah kerja lintas sektor dalam akses sanitasi masyarakat. Yang dilibatkan dalam STBM adalah lintas sektor di wilayah Panjatan yaitu Kecamatan, Polsek, Koramil,Penyuluh KB, Penyuluh pertanian, Penyuluh perikanan dan KUA serta Desa.

Kendala utamanya adalah lintas sektor tersebut memiliki kepentingan masing – masing, mereka ke lapangan sesuai dengan tugas dan visinya masing – masing.

“Tapi dengan jalin asmara ini kita libatkan lintas sektor tersebut dengan program STBM. Kendala tersebut merupakan tantangan bagi kami,” jelasnya.  

Awalnya ada yang melakukan dan ada yang tidak, setelah dilakukan evaluasi peran dari masing – masing lintas sektor. Jalin asmara tidak hanya deklarasi saja namun selalu dilakukan monitoring secara terus menerus. Selanjutnya yang dilakukan kedepan adalah meneruskan pada pilar selanjutnya.

Di Puskesmas Panjatan II sudah menerapakan lima pilar tersebut serta kami dari Puskesmas dalam menyampaikan jalin asmara ini dengan strategi. Bebrapa Desa yang sudah mendeklarasikan lima pilar stop BAPS yakni Pleret, Garongan, Bugel, dan Bojong

Dengan inovasi tersebut dapat menggerakan peran lintas sektor dalam pembangunan kesehatan, terutama akses sanitasi, sehingga Desa yang menjadi wilayah kerja tersebut berhasil meningkatkan akses jamban sehat 100% dan menurunkan angka kejadian penyakit diare sebesar 45,28%.

Dengan terpilihnya Susilo Ratnawati sebagai tiga terbaik The Future Leader 2019 ia berharap agar kedepanya Inovasi ini dapat dikembangkan di semua Pukesmas di wilayah Kulon Progo agar akses sanitasi masyarakat di lebih meningkat. Selain itu, pengahrgaan yang pernah diraih ialah mendapatkan predikat Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional pada 2017, Tenaga Kesehatan Teladan Kategori Sanitarian tingkat Kab. Kulon Progo dan tingkat DIY berhasil diraihnya di tahun 2017. MC Kulon Progo/hry