Laporkan Kegiatan, MLKI Kulon Progo Gelar Pra Musda

Dewan Musyawarah Daerah Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Kabupaten Kulon Progo melakukan Laporan Pelaksanaan Program Kerja Pra Musda. Acara tersebut digelar di Aula Adikarto kompleks Kantor Pemkab Kulon Progo, Selasa (17/12/2019).

Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Dinas Kesbangpol Kulon Progo, Perwakilan Kejaksaan Negeri Kulon Progo dan 18 anggota Paguyuban yang ada di wilayah Kulon Progo.

Dalam sambutanya, Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Drs. Untung Waluyo menuturkan bahwa beberapa paguyuban perlu memperbaharui anggotanya dan minimal terdaftar di Kesbangpol Kulon Progo.

“Saya berharap MLKI dapat meneruskan paguyuban ini karena ada beberapa anggota yang sudah meninggal dan paguyuban ini dapat diperbaharui kembali, sehingga dengan organisasi catatan dasar apalagi pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa Paguyuban diatur oleh negara, persyaratan-persyaratan yang bersifat administratif harus segera diperbaharui, minimal terdaftar di Kesbangpol. Maka dari itu, hari ini kita mengundang dari pihak Kesbangpol, agar paguyuban jangan sampai liar.” tegas Untung.

Menanggapi pernyataan dari Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Ketua MLKI, Trisno Raharjo menjelaskan bahwa MLKI Kulon Progo masih dalam kondisi yang kondusif dan juga melakukan pembaharuan anggota. Untuk kegiatan Pra Musda 2019 intinya membahas program kerja selama satu tahun ini dan merancang program kerja di tahun 2020 mendatang.”

 “Kegiatan Pra Musda intinya pelaporan kegiatan selama tahun 2019 kegiatan MLKI Kulon Progo. Pertama itu kita melestarikan yang ada di Kulon Progo dan saya selaku ketua MLKI Kulon Progo melakukan program kerja selama satu tahun ini kepada 18 paguyuban yang ada di Kulon Progo. Kita mengumpulkan 18 Paguyuban untuk membahas program yang akan dilakukan pada tahun 2020. Kondisi MLKI sekarang yang ada di Kulon Progo sejauh ini masih dalam kondisi yang kondusif. Kita juga melakukan perkumpulan rutin untuk ritual agung khususnya di Yogyakarta Internasional Airport (YIA) tujuannya untuk keselamatan pembangunan Bandara. Kedepan Musda 2020 akan dilaksanakan di Bulan April kalau tidak salah, nanti kita menunggu keputusan dari Dinas Kebudayaan Kulon Progo.” tutur Trisno.

Harapannya setelah pertemuan ini kedua belah pihak baik dari Dinas Kebudayaan dan MLKI saling bersinergi dalam menyelesaikan permasalahan Paguyuban ini. Sehingga pada tahun 2020 permasalahan paguyuban dapat terselesaikan dan program kerja dapat berjalan dengan semestinya. MC Kulon Progo/Taufik/hry