JELANG LIBUR NATARU KETERSEDIAN STOK  & HARGA STABIL DI KULON PROGO

Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020, Pemda DIY melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan kegiatan pemantauan harga dan ketersediaan stok pangan di Pasar Bendungan, Wates, Kulon Progo. Pada Rabu (11/12/2019).

Pemantauan harga dan stok bahan baku makanan dilaksanakan oleh Tim Pengendali Inflasi DIY yang berkerja sama dengan Dinas Perdagangan Kulon Progo. Pemantauan harga dilakukan dengan maksud untuk memastikan harga dan ketersediaan pangan di Kabupaten Kulon Progo terjamin hingga 4 bulan kedepan. Seperti yang telah dituturkan oleh Tri Saktiono Asisten Perekonomian Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Dari pantauan di Pasar Bendungan rata-rata harga landai, memang ada sedikit kenaikan di beras sekitar Rp300, dibanding dengan bulan lalu, Minyak Goreng dan daging ayam harganya sudah cukup, daging sapi stabil di angka Rp125.000. Jadi rata-rata di Kulon Progo harga tergolong kondusif. Stok beras baik itu dari Kulon Progo maupun delanggu mencapai angka 40.000 ton. Stok tersebut bisa mencukupi untuk Kulon Progo, Jogja, Gunung Kidul, Sleman, dan Bantul selama 4 bulan ke depan. Untuk kesetabilan harga selalu dipantau setiap hari di setiap pasar tradisional” tutur Tri Saktiono.

Selain melakukan pemantauan harga di Pasar Bendungan, TPID bersama Dinas Perdagangan Kulon Progo juga melakukan pemantauan harga di CV. Vinoli di daerah Pengasih. Kali ini mereka memantau harga dan ketersediaan minyak goreng maupun curah yang ada di tempat tersebut. CV. Vinoli merupakan tempat pengelolaan minyak yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Mereka memiliki beberapa cabang yang ada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, dan Sleman. 

“Jadi kalau di akhir November sampai hari ini kenaikan perkilonya itu kurang lebihnya Rp1.200 (fluktuasi) yang cukup tinggi, perubahan dari Rp8.000 sekian ke Rp10.000 sekian sekitar Rp1.200. penelitiannya dimulai di akhir November sampai hari ini tren-nya naik terus untuk minyak goreng baik curah maupun kemasan sama. Stok dalam kondisi stabil jadi artinya dari pelabuhan pun tidak ada perubahan jadi dari atas sampai bawah semuanya stabil kondisinya. Untuk Kulon Progo sendiri kita siapkan sekitar 2 ton/hari dan tidak pernah ada kekurangan stok. Jadi walaupun terjadi fluktuasi naik maupun turun untuk stok sampai saat ini tidak ada masalah” tutur Sugino selaku marketing supervisor CV. Vinoli Antar Nusa Indah.

Harapannya setelah pemantauan harga pasar ini, harga bahan pokok yang ada di Kabupaten Kulon Progo stabil dan mencukupi, seperti harapan yang di inginkan oleh Dinas Perdagangan Kulon Progo

“Perkembangan harga masih seperti biasa meskipun di akhir tahun prduksinya melonjak, harga tetap stabil serta tidak ada masalah” Agus Suryanto SE, M.M Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kulon Progo. MC Kulon Progo/Png/Sty/Dih.