Kabupaten Rembang "Ngangsu Kawruh" di Kulon Progo

Kabupaten Kulon Progo kembali menjadi studi tiru kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, terkait Sistem Informasi Desa (SID), pada Rabu (4/12/2019).

Rombongan berjumlah 25 orang di pimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk&KB) Kabupaten Rembang Sulistyo., A.P., M.Si

Di terima langsung oleh Asisten pemerintahan dan kesra Jumanto, S.H., di Ruang Glagah kompleks Pemkab Kulon Progo, dalam studi tiru kalini Kabupaten Rembang ingin mengetahui lebih jauh pengembangan SID di Kulon Progo yang dinilai lebih dulu dikembangkan di Kabupaten Kulon Progo.

Kepala DPMDDalduk&KB Rembang Sulistyo mengatakan kunjungan kerja tersebut dalam rangka belajar bagaimana mengelola pemerintahan di era digital. Tentang SID, sehingga pada kesempatan ini lebih pada diskusi, belajar, ngangsu kawruh di kabupaten Kulon Progo sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi untuk daerah Rembang.

“Karena rencananya pada 2020 Provinsi Jawa Tengah akan dijadikan contoh pilot project SID untuk Desa sehat, “ ujarnya.

Selain itu, Kepala Dinas PMD Dalduk&KB Kulon Progo Sudarmanto., S.I.P., M.Si mengatakan untuk pengembangan SID dalam pengelolaan website Desa dapat berfungsi untuk mengexplore potensi masing – masing desa, serta sebagai digitalisasi pelayanan masyrakat.

“Dalam pemanfaatan SID didukung oleh dana istimewa (danais), serta pemanfaatan SID diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi Desa, kami lebih berperan pada pembiaan Sumber Daya Manusia (SDM)nya, mensosialisasikan untuk menganggarkan alat dan menyediakan SDM untuk mendukung SID,” ungkapnya

Sementara, Kepala Bidang Aplikasi Teknologi Informatika (Aptika) Sutarman, S.STP., M.Eng menambahkan kedepannya semua akan terintegrasi layanan publik akan terintegrasi dengan NIK. Kami bekerja sama dengan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kulon Progo untuk pemanfaatan data kependudukan tesebut.

“Disini Dinas Kominfo lebih berperan dalam pengembangan aplikasinya, selain itu merekomendasi perawatan dan mencapai smart village, dengan tiga hal yang akan kami sampaikan yakni infrastuktur, SID dan pengembangan digitalnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Sutarman mengatan Dinas Kominfo Kulon Progo telah bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara terkait persiapan implementasi tanda tangan digital, serta Selandia Baru dalam pemanfaatan aplikasi singel website. Ia menambahkan terkait tanda tangan digital untuk mempermudah penandatanganan dokumen layanan masyarakat. Selain itu SID akan dievaluasi dan dikembangkan agar saling terintegrasi.

Dalam sambutanya Asisten pemerintahan dan kesra Jumanto menjelaskan gambaran umun kondisi Kulon Progo, serta inovasi pembangunannya di Kulon Progo. “Salah satu produk dari Kulon Progo yang semakin berkembang adalah AirKu yang diproduksi oleh PDAM Tirta Binangun, dan semangat Bela Beli Kulon Progo yang di gelorakan oleh Bupati, serta Inovasi lainnya yaitu batik khas Kulon Progo Geblek Renteng," ungkapnya.

Dengan kegiatan study tiru ini diharapakan setiap daerah dapat meniru atau manfaatan program atau aplikasi untuk mendukung dan menamabah refrensi atau pengalaman setiap daerah.  MC Kulon Progo/hry