Pedagang Pasar Burung Wates Boyongan Ke Pasar Hewan Terpadu Pengasih Kulon Progo

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengapresiasi serta mendukung kegiatan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo dalam pemindahan pasar Burung lama yang berada di Wates ke pasar burung baru di kompleks pasar hewan terpadu Pengasih, Jumat (29/11/2019). Boyongan diawalai dengan pemasangan spanduk penutupan dan dilanjutkan kirab dari pasar burung lama ke pasar burung baru dengan arak – arakan gerobak sapi dan mobil oleh pedagang pasar burung lama.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Ir.Muh Aris Nugroho., MMA mengatakan pembangunan pasar hewan terpadu adalah program strategis Kulon Progo dalam rangka peningkatan perekonomian dan pengentasan kemiskinan.

“Pembangunan pasar burung merupakan kebutuhan atau pengembangan kota yang bersih. Karena dapat dilihat pada pasar burung lama sering menimbulkan kemacetan dan kurang representatif,” ungkapnya.

Aris Nugroho menmabahkan selain pedagang burung sejumlah 69 orang, boyongan juga dilakukan pemindahan pedagang klitikan sejumlah 172 orang, pedagang ayam 72 orang, dan pedagang rumput 9 orang.

“Diharapkan pindahan pedagang pasar lama ke tempat baru, agar semua aktifitas perdagangan hewan dilakukan di pasar hewan terpadu ini pendapatan lebih meningkat dan lebih baik. Dengan kesadaran penuh dan sukarela pedagang pasar burung turut mendukung program pemerintah,” pungkasnya.

Sementara Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo, yang diwakilkan Asisten perekonomian pembangunan dan sumber daya alam Sekertariat Daerah Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M. dalam sambutannya Pemkab Kulon Progo mulai menata dalam rangka perkembangan yang baru dengan Adanaya Bandara Internasional Yogyakarta, Bedah Menoreh, pelabuhan Tanjung Adikarto, termasuk Wates baru.

“Sehingga perlu membuat titik – titik pertumbuhan ekonomi yang baru salah satunya pasar burung yang berada di Pasar hewan terpadu Pengasih,” uajarnya.

Bambang Tri Budi Harsono menambahkan nantinya untuk pasar burung lama akan kami manfaatkan sebagai ruang terbuka hijau, sekali lagi kita menata kota Wates menjadi lebih baik, menarik dan lainnya. Terkait pemindahan pasar burung ini, pemkab memindah tidak asal memindah saja, namun sudah menyiapkan kondisi bangunan, kelengkapanya sekaligus infrastrukturnya. Serta akses transportasi juga sudah kita dukung dengan pelebaran jalannya.

“Kami berharap dengan Dinas terkait untuk pindahnya pasar lama ke baru agar terus dilakukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui tempat atau lokasi baru pasar burung kemudian juga secara bertahap ditata dan dilakukan perbaikan pada sarana, infrastruktur dan lainnya,” ungkapnya.

Pasar hewan terpadu dibangun 2019 ini bangunan untuk pasar burung terdiri dari 36 unit kios serta dilengkapi untuk tempat perlombaan burung dan tempat penjualan hewan sapi atau kambing. Nantinya pembangunan akan dilanjutkan pada 2020 untuk melengkapai prasarana, parkir, gapura pintu masuk dan lampu penerangan jalan.

Pembangunan yang berkesinambungan di segala bidang mutlak dilaksanakan dalam menciptakan kesejahteraan yang merata. langkah dan strategis hendaknya harus mempertimbangkan segala prioritas dan memiliki korelasi antara satu bidang dengan bidang yang lain, sehingga percepatan pembangunan terlaksana secara seimbang. MC Kulon Progo/hry