Pemasaran Dan Tenaga Kerja Menjadi Permasalahan Pengrajin Tas Lokal Kulon Progo

Bersama dengan awak media atau wartawan yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kulon Progo (PWK), Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Kominfo Kulon Progo melaksanakan kegiatan Press Tour dalam daerah di Kerajian Tas dengan nama kelompok Alfiana. Tergabung dalam Kelompok Asuh Keluarga Binaan. Dusun Penggung, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap. Senin (25/11/2019).

Home industri yang bergerak dalam usaha produksi kerajinan tas ini sudah ada sejak 2010, sempat berkembang hingga awal 2018 namun kini kembali terbelit permasalahan klasik, yakni pemasaran dan tenaga kerja.

Ketua Kelompok pengrajin Tas Alfiana, Samujino mengatakan awalnya ini adalah usaha keluarga. kemudian kami bentuk kelompok yang beranggotakan ibu-ibu produktif di sekitar Desa dengan nama kelompok Alfiana.

“Permintaan bisa mencapai 800 sampai 1000 tas per bulan, dengan model mengikuti tren dan permintaan, saat ini sedikitnya sudah ada 20 model tas yang diproduksi. Sedangkan untuk pemasaran sementara di tingkat lokal, dan bekerjasama dengan salah satu perusahaan tas di Jogja,” jelasnya.

selain tas, kelompok usaha Alfiana juga membuat dompet, tempat pensil dan berbagai jenis sovenir cantik lainnya.

Menurut Samujino, kendala pemasaran yang selalu menjadi alasannya serta, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) tenaga ahli (penjahit) memang cukup sulit di Kulon Progo. Untuk omset pemdapatan minim setiap bulannya sudah mencapai Rp 5 juta, bermodal 17 mesin jahit dan 11 karyawan.

Sementara, Staf Penyiapan Bahan Industri Agro Makanan dan Minuman Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan Kulonprogo, Deny Setiawan mengungkapkan dari Dinas Perdaganagan telah melakukan pembinaan kelompok yang beranggotakan 10 orang. 

Pembinaan meliputi desain dan gugus kendali mutu, kelompok dilatih bagaimana menata peralatan produksi dan permasalahan di kelompok, setelah dicarikan solusi usaha terus membaik.

"Kelompok ini sudah bekerja dengan perusahaan tas di Jogja dengan target produksi 150 -200 tas per minggu, kendala utamanya tenaga kerja, untuk mengantisipasi hal tersebut kami kerjasamakan ke teman perajin lain, pemberdayaan ibu-ibu usia produktif juga kami dorong. Selain itu beberapa waktu juga dilakukan study latih ke tempat lain. Pelatihan jahit juga sudah di usulkan, namun sampai saat ini belum terealisasi," ungkapnya. 

Tujuan dari kegiatan tersebut untuk mempublikasikan Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kulon Progo, serta mempromosikan produk - produk di dalamnya untuk lebih dikenal masyarakat secara lebih luas. MC Kulon Progo/hry