Kulon Progo menyiapkan Duta Hebat untuk mendukung KTR

Kulon Progo - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo  melaksanakan Audisi Duta Hebat 2019 Hidup Tanpa Tembakau  di Ruang Sermo Kompleks Pemda Kulon Progo, Kamis (21/11/2019). Dihadiri oleh perwakilan International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (Union), OPD terkait, dan Kepala Sekolah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulon Progo yang sekaligus mewakili Panitia, drg. Baning Rahayujati, M. Kes menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah yang pertama kali diselenggarakan untuk mendukung Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kulon Progo. “Pemilihan Duta Hebat ini adalah kegiatan yang baru pertama kali kami lakukan di Kabupaten Kulon Progo sebagai salah satu upaya untuk mendukung implementasi Perda KTR nomer 5 tahun 2014”, terangnya.

“Tujuannya adalah terpilihnya Champion yang mampu melakukan sosialisasi dan advokasi tentang dampak buruk rokok, yang mampu memahami dan peduli terhadap bahaya rokok bagi dirinya sendiri dan bagi lingkungan sekitarnya, yang mampu secara kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi penerapan KTR serta aktif mengkampanyekan KTR kepada kaum muda”, tambah Baning.

Audisi diikuti oleh 45 orang terdiri dari 15 orang kelompok remaja, 12 orang kelompok umum dan 18 PNS. Dari masing-masing kelompok akan dipilih 2 orang untuk melaksanakan tugas sebagai pendukung sosialisasi implementasi KTR di lingkungan masing-masing.

Penilaian dilakukan oleh 5 yuri independen yang berasal dari akademisi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta , LSM Jogja Sehat Tanpa Tembakau (JSST), the Union, Forum Karang Taruna Kulon Progo dan dari Lembaga Kepribadian.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo berharap kegiatan ini sebagai upaya untuk mencegah dampak buruk rokok. Perda KTR bukan berarti melarang orang untuk merokok, tetapi mengatur tempat yang bebas dan boleh untuk merokok. “Bukan berarti melarang orang untuk merokok sama sekali, akan tetapi mengatur tempat-tempat yang bebas asap rokok maupun tempat mana yang diperkenankan untuk merokok”, tegasnya.

Selain itu, Sutedjo merasa prihatin dengan kondisi tren merokok yang meningkat pada usia remaja. Kebiasaan merokok akan berdampak pada aktifitas lainnya yang dapat memberikan dampak negatif termasuk pengguna narkoba. “Menurut penelitian, banyak yang diawali dengan kebiasaan merokok. Jarang sekali pengguna narkoba yang tidak merokok”, imbuhnya. 

Diharapkan para peserta dapat memberikan dampak perubahan di masyarakat dengan mengkampanyekan KTR. “Melalui kegiatan ini pula para peserta dituntut untuk aktif mengkampanyekan KTR kepada kaum muda”, tambah Sutedjo. MC Kulon Progo/henry