SPAB Di Lima SMA di Kulon Progo Telah Terbentuk

Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah DIY, bekerja sama dengan Dinas Pendidikkan DIY, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Balai Dikmen Kab.Kulon Progo, BPBD Kab.Kulon Progo dan sejumlah instansi di Kab.Kulon Progo serta penanggulangan Bencana Daerah menggelar peresmian Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), di SMKN 1 Pengasih Kulon Progo. Rabu (20/11/2019). Pada peresmian tersebut juga diperagakan simulasi menghadapi bencana gempa.

Sejumlah sekolah yang tergabung komponen Penanggulangn Bencana Daerah telah terbentuk di Kulon Progo, diantaranya SMK N 1 Pengasih, MAN 1 Galur, SMK 1 Girimulyo, SMKN 1 Panjatan dan Man 3 Kulon Progo. Dalam peresmian tersebut juga dilakukan pengukuhan Tim Siaga Bencana SPAB.

Dibuka secara langsung oleh Bupati Kulon Prog yang diwakilkan Kepala bagian (Kabag) Administrasi Kesejah teraan rakyat dan Kemasyarakatan Setda Kulon Progo Drs. Jazil Ambar As’an mengatakan berharap melalui kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ini dapat terbentuk generasi penerus bangsa yang siap, tangkas dan tangguh dalam menghadapi bencana.

"Program ini dimaksudkan untuk menggugah kesadaran seluruh unsur, baik individu maupun kolektif, di sekolah dan lingkungan sekolah agar memahami dan siap menghadapi bencana yang mungkin terjadi," ungkapnya.

Jazil Ambar As’an menambahkan Dengan kegiatan ini akan meningkatkan ketangguhan masyarakat di dalam menggulangi bencana, karena masyarakatlah yang berhadapan langsung dengan ancaman bahaya bencana, sehingga perlu ditingkatkan kesiapsiagannya,

"Pada instansi terkait, masyarakat, serta para relawan yang pada hari ini melaksanakan gladi lapang, diharapkan dapat lebih meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaannya dalam penanggulangan bencana," pungkasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Pemerintah DIY Lilik Andi Aryanto, SIP, MM. mengatakan pendidikan kebencanaan di sekolah menjadi strategi efektif dinamis dan berkesinambungan dalam upaya penyebarluasan pendidikan kebencanaan.

"Kegiatan ini dinilai sangat penting, jika belum pernah dilakukan simulasi maka perencanaan tersebut akan kurang maksimal maka dengan kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan pengetahuan warga sekolah di dalam menanggulangi bencana," jelasnya

Selain itu dalam kegiatan ini juga diberikan cara penempatan peralatan berupa paket pertolongan pertama pada keadaan gawat daruratan, penyusunan dan pemasangan rambu jalur evakuasi dan peta denah lokasi pemasangan rambu.

Dalam simulasi ini dapat lebih meningkatkan koordinasi setiap instansi dan kesiapsiagaannya dalam penanggulangan bencana. MC KP/hry