Bupati Kulon Progo Lantik 76 Pejabat

Sejumlah 76 pejabat terdiri dari pejabat pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional dan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kulon progo mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Ruang Adikarta,komleks Pemda, Wates. Rabu (2/12). 

 

Pada pelantikan tersebut, jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di posisi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo yang sebelumnya dijabat Pelaksana Tugas (PLT) Kepala, Riyadi Sunarto sekarang diisi oleh Drs. Lucious Bowo Kristianto. Sebelumnya Drs. Lucious Bowo Kristianto menjabat sebagai Kepala Bagian Rumah Tangga yang mengampu protokol dan humas Kabupaten Kulon Progo. 

 

Sedangkan untuk jabatan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup yang sebelumnya dijabat oleh Suharjoko kini diisi oleh  Taufik Amrullah, ST.M.M. Selain itu Kepala Bagian Rumah Tangga, Sekretariat Daerah dijabat oleh Siti Muqodimmah. 

 

Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) menyampaikan bahwa promosi atau roatasi jabatan merupakan mekanisme yang biasa dilakukan di lingkungan pemerintahan.

 

"Semoga dengan ini pelayanan masyarakat kian meningkat, selain itu kami menyelenggarakan dengan seleksi agar dapat memperoleh kandidat yang berkualitas," ungkap Hasto

 

Kepada para pejabat terlantik, Hasto Wardoyo berharap agar dapat memegang teguh komitmen untuk mewujudkan good government dan clean government. Ini diperlukan agar tercipta zona integritas dan pelayanan masyarakat yang lebih baik.

 

"Jangan hanya menyelesaikan masalah substansi semata, tapi juga bisa menyeluruh agar menciptakan pelayanan yang baik pada masyarakat," ucapnya. 

 

Kepala Dishub Kulon Progo yang baru, Drs. Lucious Bowo Kristianto mengaku secara tupoksi di Dishub masih perlu belajar lagi agar dapat mengemban tugas dengan baik. "Saya masih melihat dari jauh, dan perlu terus belajar lagi dan lagi sehingga ketugasan ini dapat saya jalani dengan baik," ucapnya. 

 

Sementara tentang visi dan misi ke depan, Bowo mengatakan tantangan terberat adalah untuk mengoptimalkan konektivitas antar area di Kulon Progo. Ditambah adanya bandara baru NYIA, perlu optimalisasi pelayanan baik dibidang perhubungan maupun yang lainnya.

 

"Itu yang urgent tapi beruntung kita ada program bedah menoreh, jadi nanti akan kami optimalkan, selain itu juga peningkatan program dusun terang yang menyeluruh,"kata Bowo.


Related Articles