Pemkab Nganjuk Tertarik Bela-Beli Kulon Progo

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menerima rombongan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam pelaksanaan studi banding inovasi tata kelola pemerintahan, pelayanan masyarakat serta integrasi perencanaan dan penganggaran pembangunan. Di aula Adikarta kompleks Pemda Kulon Progo, Rabu (26/12). Rombongan tersebut dipimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nganjuk, Setda Kabupaten Nganjuk, dan perwakilan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Nganjuk.

Bupati Kabupaten Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat S.Sos. M.M yang baru menjalankan tugasnya selama 100 hari kerja tersebut turut serta membawa rombongan UMKM Nganjuk.  H. Novi Rahman Hidayat S.Sos M.M berharap dengan kegiatan studi banding dapat menimba ilmu dari Kabupaten Kulon Progo yang menurutnya merupakan daerah dengan pertumbuhan potensi sektor UMKM yang lebih baik dari kabupaten Nganjuk.

“Kami melihat Kulon Progo mempunyai inovasi terobosan layanan yang tetap berbasiskan gotong royong terutama dalam sektor UMKM yang diharapkan mampu untuk memaksimalkan potensi dan menumbuhkan kecintaan produk lokal sehingga dapat membenahi Kabupaten Nganjuk sebagai kabupaten yang bermanfaat dan bermartabat,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Kulon Progo dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG(K) dalam sambutannya mengatakan bahwa berbagai inovasi yang dilakukannya adalah berangkat dari berbagai permasalahan yang terjadi baik masalah kependudukan maupun perekonomian di Kulon Progo.

“Munculnya permasalahan kependudukan itu merupakan hal yang lumrah tetapi kita tetap harus mencari jalan keluarnya. Visi kami berdikari itu penting dengan kampanye revolusi mental untuk mengubah mind set dan membuat kinerja masyarakat menjadi lebih baik maka dibuatlah program bela beli Kulon Progo untuk berdikari dalam bidang ekonomi sehingga mampu membangun perekonomian yang mandiri,” kata Hasto.

Hasto juga menambahkan tentang betapa pentingnya pemerintah untuk dapat memaksimalkan potensi daerah agar dapat bermanfaat untuk masyarakat.

“Kita harus menandingi barang luar dengan menguatkan kekayaan lokal kita,  menguasai mulai dari yang kecil seperti memanfaatkan kerjasama dengan PDAM. Kami membuat AirKu serta mengajak Bulog untuk membeli beras dari Gabungan kelompok tani yang membuat gerakan Pro Beras” tambah Hasto.


Related Articles