Tertarik Smart City, Komisi A DPRD Pekalongan Kunjungi Kulon Progo

Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan kunjungan kerja dalam rangka melakukan study banding tentang kepegawaian dan pengelolaan kearsipan daerah. Kunjungan tersebut diterima oleh Sutarman, S.STP, M.Eng dari Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Kulon Progo di ruang rapat Glagah kompleks Pemkab Kulon Progo. Selasa (18/12).

Disampaikan oleh Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Endang Suwarningsih, dalam implementasi Smart City, Kabupaten Kulon Progo jauh lebih baik dibandingkan dengan Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut dikarenakan Kabupaten Pekalongan baru mampu membuat 2 program Smart City.

“Jika dibandingkan, Kabupaten Kulon lebih baik dari Kabupaten Pekalongan. Kami baru mampu membuat 1 atau 2 program Smart City. Sehingga kami bermaksud untuk study banding tentang bagaimana E-Government yang telah dijalankan di Kabupaten Kulon Progo” ungkap Endang.

Kulon Progo memiliki program yang menarik untuk dapat diterapkan di Kabupaten Pekalongan terutama program Bela-Beli Kulon Progo. Hal tersebut ditambahkan Hj. Endang Suwarningsih saat sesi diskusi.

“Banyak hal yang dapat kami pelajari dari Kabupaten Kulon Progo terutama Program Bela-BeliKu yang mengatur tentang pasokan beras yang dikelola sendiri melalui Gabungan Kelompok tani, sehingga akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk diterapkan.” Pungkas Endang.

Sementara Kepala Bidang Aptika Dinas Kominfo Kulon Progo, Sutarman, S.STP, M.Eng mengatakan bahwa Kabupaten Kulon Progo sudah menerapkan berbagai program Smart City baik Smart Economy maupun Smart Enviroment dan lainnya sesuai dengan arahan Bupati Kulon Progo untuk mewujudkan kota cerdas yang inovatif, berkarakter dan produktif di tahun 2028.

“Untuk menjadikan Kulon Progo be inovatif dan produktif, Kulon Progo sudah membuat Smart Living dengan Aplikasi BumilKu, hal itu untuk memberikan pelayanan kepada ibu hamil. Sedangkan Smart Economy melalui program Bela-Beli Kulon Progo yang mengharuskan membeli produk lokal, cinta kemandirian,” Kata Sutarman.

Sutarman juga menambahkan bawa masyarakat Kulon Progo dalam memanfaatkan Program Smart City masih belum terlalu optimal tetapi diharapkan mulai produktif pada tahun 2028, dengan melakukan evaluasi setiap 3 bulan oleh Bupati Kulon Progo.

“Diharapkan dengan bantuan teknologi permasalahan di masyarakat Kulon Progo, nantinya dapat terselesaikan,” ujarnya.


Related Articles