ICSB Gandeng Pemda Kulon Progo Gelar Gebyar UKM

Gebyar UKM edisi ke-3 digelar dengan melibatkan 34 kota/kabupaten diseluruh Indonesia setelah sukses terlaksana pada edisi pertama yang dihadiri hampir 5000 UKM dari seluruh Indonesia. Kabupaten Kulon Progo menjadi salah satu kabupaten yang beruntung untuk pelaksanaan Gebyar UKM yang diinisiasi oleh International Council for Small Business (ICSB) Indonesia.

 

Dilaksanakan di Aula Adhikarta, komplek Pemerintah Daerah Kulon Progo, Selasa (6/11). Bumi Binangun menjadi tujuan ke 28 yang sebelumnya digelar di Tanjung Pinang 1 November 2018. Gebyar UKM Dimuali dari Deli Serdang 31 Juli 2018 dan akan berakhir di Purwakarta 24 November 2018.

 

PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) menjadi Key Partners dalam event Gebyar UKM Indonesia 2018 “UKM Jaman Now” yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendesa) bekerja sama dengan Markplus Inc, serta Pemerintah Daerah (Pemda) Kulon Progo.

 

Turut hadir Bupati Kulon Progo, dr. H. Hasto Wardoyo, Sp OG(K), Executive Vice President of International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, Jacky Mussry, Ketua DPRD Kulon Progo, Akhid Nuryati, Kepala Dinas Koperasi Kulon Progo Sri Harmintarti, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kulon Progo, serta para pengusaha/UKM yang ada di Kabupaten Kulon Progo.

 

Bupati Kulon Progo, dr. H. Hasto Wardoyo mengatakan bahwa usaha yang ada disetiap desa dan koperasi harus mampu bekerjasama, hal tersebut karena setiap bulannya omzet yang dihasilkan sangat besar. Dengan pengelolaan yang baik sama-sama kita berupaya agar uang yang tetap dapat berputar di Kulon Progo bukan ke luar Kulon Progo.

“Produk asli Kulon Progo harus kita promosikan melalui program BelaBeliKu.com dan ToMiRa, kita tidak benci produk asing namun kita cinta kemandirian,” tambahnya.

 

Presiden ICBS juga menyoroti tiga aspek yang harus diperhatikan para penggerak UKM di seluruh Indonesia.

“Untuk menciptakan awareness UKM semestinya bisa memiliki kinerja yang lebih bagus lagi, misalnya dari sisi enterpreneurship, creativity, produktivity. Banyak UKM yang sudah berjalan namun mereka belum tahu seberapa produktif mereka. Banyak UKM tidak menerapkan pencatatan, padahal sudah ada aplikasi yang mereka bisa download secara gratis yaitu LAMIKRO,” tutur Jacky.

 

Kemeterian Koperasi dan UKM RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam sambutannya yang diwakili Deputi Pengawasan, Suparno menuturkan bahwa UKM merupakan pelaku bisnis yang dominan di Indonesia dan menyerap tenaga kerja yang sangat besar.

“Kulon Progo secara konsisten menunjukkan kinerjanya dalam membangun aktivitas ekonomi dengan berabagai cara untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya,” ungkapnya.

 

Disela acara,  diumumkan juga pemenang kategori Policy Maker yang diraih oleh Dinas Koperasi Kulon Progo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kulon Progo, dan Bank Indonesia serta pada kategori Business Practitioner diraih oleh Permodalan Nasional Madani, Telkom Indonesia. Kategori Researcher and academician diraih Universitas Ahmad Dahlan dan Amikom Business Park.

 

Gebyar UKM ditutup dengan pembacaan deklarasi UKM Zaman Now Kulon Progo oleh Pimpinan PDAM, Jumantoro dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi UKM oleh para pemenang setiap kategori.


Related Articles