12 Kecamatan di Kulon Progo Ikuti Festival Padang Mbulan

Wates - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Festival Padang Mbulan sebagai salah satu rangkaian acara Menoreh Art Festival. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Alun-alun Wates, Jum'at (26/10) malam. Acara dibuka dengan penabuhan lesung oleh Kabag Kesra Setda Kulon Progo Drs. H. Jazil Ambar Was'an mewakili Bupati Kulon Progo serta seluruh Camat dari 12 Kecamatan Kulon Progo. Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Drs. Untung Waluya, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kulon Progo Joko Mursito, S.Sn, M.A., FORKOMPIMDA, serta Sekretaris Daerah Kulon Progo Ir. RM. Astungkoro, M.Hum.

Gejog lesung merupakan salah satu kesenian di Kulon Progo yang belum diketahui masa kemunculannya. Kesenian ini berkembang di lingkungan masyarakat agraris sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Kesenian yang berasal dari suara alu dan lesung (alat dari kayu yang digunakan untuk memisahkan padi dari tangkainya) yang dipukulkan secara berirama ini menghasilkan keselarasan bunyi dan ritme yang menarik. Namun, saat ini kesenian tradisional gejog lesung sudah jarang ditemui karena rendahnya apresiasi masyarakat terhadap kesenian tersebut.

Bupati Kulon Progo dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) yang diwakili oleh Ambar dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap acara ini. Selain itu, beliau juga menyampaikan harapannya agar gejog lesung bisa kembali eksis dan berkembang dengan baik di kalangan seniman/seniwati Kulon Progo sehingga keberadaannya bisa menambah ramainya khasanah kesenian tradisional.

“Semoga kegiatan Festival Padhang Mbulan akan membawa manfaat yang lebih besar, terutama dalam upaya pelestarian seni budaya yang ada di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Dengan diselenggarakannya kegiatan ini secara rutin, diharapkan seni budaya gejog lesung di wilayah Kabupaten Kulon Progo yang sarat dengan filosofi kehidupan masyarakat desa ini bisa secara terus menerus dikembangkan,” tutur Ambar.

Festival Padang Mbulan merupakan perlombaan gejog lesung yang diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa dari 12 Kecamatan di Kulon Progo sebagai peserta. Para peserta yang menggunakan busana khas Jawa, menampilkan pertunjukan musik menggunakan lesung sebagai alat musik utamanya. Masing-masing grup peserta akan memainkan tiga lagu yang terdiri dari satu lagu wajib yaitu Padhang Bulan, satu lagu pilihan wajib, dan satu lagu bebas.


Lomba gejog lesung diawali dengan penampilan dari Kecamatan Sentolo yang diikuti oleh Kecamatan Pengasih, Kecamatan Nanggulan, Kecamatan Samigaluh, Kecamatan Panjatan, Kecamatan Kalibawang, Kecamatan Lendah, Kecamatan Wates, Kecamatan Galur, Kecamatan Girimulyo, Kecamatan Temon, dan ditutup oleh Kecamatan Kokap.


Nantinya, akan dipilih lima penyaji terbaik berdasarkan penilaian para juri yang akan menerima trophy dan uang pembinaan.

Untuk penyaji terbaik pertama akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 7.500.000, untuk penyaji terbaik kedua akan memdapatkan uang pembinaan sebesar Rp 6.000.000, untuk penyaji terbaik ketiga akan memdapatkan uang pembinaan sebesar Rp 5.000.000, untuk penyaji terbaik keempat akan memdapatkan uang pembinaan sebesar Rp 4.000.000, dan untuk penyaji terbaik kelima akan memdapatkan uang pembinaan sebesar Rp 3.000.000.

Drs. Untung Waluya menyampaikan dalam laporannya bahwa Festival Padang Mbulan ini merupakan penyelenggaraan kelima di Kulon Progo.

“Kita mengingat bahwa masyarakat Jawa, Yogyakarta khususnya, setiap bulan purnama selalu melakukan aktivitas kebudayaan. Apakah itu jaipongan, sepak sekong, dan permainan ala tradisional, salah satunya yaitu permainan gejog lesung. Oleh karena itu, sejak lima tahun lalu kita lembagakan bahwa gejog lesung adalah bagian tak terpisahkan dari budaya Kabupaten Kulon Progo, dan kegiatan ini termasuk dalam pelaksanaan UU No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan dengan nguri-uri budaya jawa yang dalam hal ini gejog lesung,” papar Untung.



Related Articles