80 Seniman Kulon Progo Kolaborasi Tampilkan Sugriwa Subali

Wates - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menampilkan Sendratari Sugriwa Subali dalam rangkaian Menoreh Art Festival (MAF), yang diselenggarakan untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Kulo Progo ke-67 di Alun-alun Wates. Sabtu (20/10).

Pentas Sugriwa Subali dihadiri oleh Wakil Bupati Kulon Progo Drs. Sutedjo didampingi istri, Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kulon Progo, Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Drs. Untung Waluya, Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kulon Progo, serta para seniman di Kulon Progo.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Untung Waluya dalam laporannya menyapaikan bahwa acara MAF digelar selama 20 hari mulai dari tanggal 7 sampai dengan 27 Oktober 2018. Pada malam ini kita menampilkan hal yang berbeda dari malam sebelumnya.

“Salah satu sendratari yang menjadi kebangaan dan keunggulan kita adalah Sugriwa Subali, kalau di Candi Prambanan punya Ramayana saya rasa hanya Kulon Progo yang punya mitos dan legenda Sugriwo Subali,” ungkapnya.

“Kulon Progo diusahan dapat mendesain dan membranding Sendratari Sugriwo Subali sebagai ikon kebesaran Kabupaten Kulon Progo, selain kesenian lain yang sudah lebih dulu berjalan dan dengan hadirnya bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) kita sewajarnya dan wajib mengembangkan inovasi, kreatifitas termasuk dalam bidang seni budaya,” tutur Untung.

Pada acara MAF dengan mengambil tema “Gelora Gunung Samudera” malam ke 14, menampilkan Sendratari Sugriwa Subali yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo.

Sutedjo, berharap dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan dampak positif bagi pelestarian kebudayaan yang ada di Kulon progo, maupun perkembangan sendratari yang mengangkat sejarah Sugriwo dan Subali. Apabila sendratari ini dikemas secara baik, pasti kedepannya bisa memberikan dampak positif terhapap pelestarian budaya, sekaligus pariwisata sehinga berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kulon Progo secara luas.

“Seni budaya yang ada di Kabupaten Kulon Progo sangat banyak dan beragam, ini tentunya menjadii kekayaan yang harus kita lestarikan, serta menjadikannya media edukasi dan penyampaian informasi yang positif sesuai perkembangan zaman,” ungkapnya.

“Mari kita jadikan seni budaya sebagai filter atas berkembangnya teknologi informasi dan globalisasi yang kini benar-benar sarat dengan berbagai informasi baik yang positif maupun negatif,” tambah Sutedjo.

Pergelaran tari yang dimainkan oleh 80 seniman-seniwati di Kulon Progo dikemas sangan menarik dan mewah dengan ribuan penonton.

Salah satu penonton yang datang langsung dari Tegalsari, Purwosari, Girimulyo Kulon Progo, Wahyu Ari Wibowo (23 tahun) “Karena saya suka budaya dan ini kekayaan yang tersembunyi di Kulon Progo yang butuh dilestarikan semoga bisa mengambil bibit-bibit putra daerah untuk pentas kedepannya,” kata Wahyu saat ditemui setelah pentas Sugriwa Subali.


Related Articles