Lomba MTQ: Wadah Pengembangan Kompetensi Dasar Agama

Panjatan - Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Dikpora Kabupaten Kulon Progo dan juga Kementrian Agama Kulon Progo mengadakan Lomba Musabaqah Tilawah Quran (MTQ) yang berlangsung di SMK Negri 1 Panjatan. Kamis (18/10). Diiukuti oleh 285 orang dari beberapa sekolah se-Kabupaten Kulon Progo.

Lomba MTQ tahun ini dibagi menjadi 14 jenis lomba seperti Lomba Musabaqoh Tilawah Qur’an (MTQ), Musabaqoh Tartil Qur’an (MTtQ), Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ), Saritilawah/Puitisasi Al-Qur’an, Lomba Cerdas Cermat PAI (LCP), Lomba Adzan, Lomba Melukis Islami, Lomba Kaligrafi Islam (LKI), Lomba Pidato PAI (LPP), Khutbah Jum’at, Lomba Seni Nasyid (LSN), Lomba Debat PAI (LDP), Lomba Kreasi Busana (LKB).

Lomba kali ini mengambil tema ”Dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an Pelajar, Kita Wujudkan Generasi Muda yang Berkarakter Unggul, Mulia, Cerdas dan Berakhlakul Karimah”.

Peserta tingkat Sekolah Dasar diikuti oleh SD Negeri Ngestiharjo, SD Negeri Kali Gintung, SD Negeri Sembungan, SD Muhammadiyah Mutihan, SD Negeri Cermai, SDIT Mutiara Insani, SD Negeri 1 Bunten, SD Negeri Karang Sari, SD Muhammadiyah Banjaran, SD Negeri Cabean, SD Negeri 4 Wates, SD Negeri 1 Paduan, SD Negeri Wora Wari, SD Negeri 4 Bendungan, SD Muhammadiyah Mirisewu, SD Negeri Gunung Agung serta sekolah dasar lainnya di Kulon Progo.

Pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) diikuti oleh SMP Negeri 3 Wates, SMPN 1 Samigaluh, SMP Muhammadiyah 1 Sentolo, SMP Negeri 2 Lenjang, SMP Negeri 3 Sentolo, SMP Muhammadiyah Kalibawang, SMP Muhammadiyah Al manar, SMP Negeri 1 Lendak, SMP Negeri 1 Kalibawang, SMP Muhammadiyah 2 Wates, SMP Negeri 1 Wates, dan SMP Negeri 2 Sentolo. Serta tingkatan Sekolah Menengah Atas (SMA) / Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seperti SMA 1 Wates, SMA 2 Wates, SMK Ma’arif 1 Wates dll.

Lomba MTQ merupakan upaya untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional dan juga sebagai wadah untuk mengembangkan kompetensi dasar agama (religious), kreatiif (creativity), berfikir kritis (critical thinking), berkomunikasi dengan baik (communication), dan mampu berkerjasama dengan yang lain serta dalam rangka mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat peserta.

Naysila Ajeng Nugraha peserta lomba Saritilawah/Puitisasi Al-Qur’an tingkat SD menuturkan “saya mengikuti perlombaan ini untuk membahagiakan orang tua dan mencari sertifikat untuk bisa masuk SMP yang bagus,” tutur Naysila.

Setelah pembagian piala dan sertifikat, acara ditutup oleh perwakilan Bupati Arif Sudarmanto, S.H. “Perlombaan ini telah menunjukkan bahwa kita telah berhasil medidik, mengarahkan dan mewujudkan generasi islami, beriman, bertakwa, berakhlak mulia,berilmu dan menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab sesuai dengan semangat Islam.” ungkapnya.


Related Articles