Optimalisasi Kinerja : Kominfo Gelar Sosialisasi Budaya Pemerintahan Satriya

Wates - Untuk mencapai keberhasilan reformasi birokrasi serta mendukung tercapainya tujuan organisasi dan melayani publik dengan pelayanan prima berlandaskan pada budaya lokal, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Sosialisasi Budaya Pemerintahan “Satriya” yang dihadiri seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) serta non ASN Dinas Kominfo Kabupaten Kulon progo, di ruang rapat Binangun IV Komplek Setda Kabupaten Kulon Progo, Rabu, (10/10).

Sosialisasi Budaya Pemerintahan “Satriya” diisi oleh Kepala Bagian Organisasi Setda Kulon Progo, Sarji S.I.P. M.Si., dan sebagai moderator Sekretaris Dinas Kominfo Kulon Progo Heri Darmawan A.P.

Dasar hukum budaya pemerintahan diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) no 72 tahun 2008 Tentang Budaya Pemerintahan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan (Peraturan Bupati) Perbup no 32 tahun 2018 Tentang Budaya Pemerintahan Satriya di Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo.

Sarji menyampaikan bahwa Budaya Pemerintahan Satriya merupakan nilai-nilai budaya kerja aparatur yang diintegrasikan dan disesuaikan dengan nilai-nilai filosofis budaya Jawa Yogyakarta, yang menjadi pedoman pola pikir, sikap dan perilaku aparatur baik dalam kehidupan sehari hari maupun dalam pelaksanaan tugas.

“Satriya singkatan dari Selaras, Akal budi luhur, Teladan-keteladanan, Rela melayani, Inovatif, Yakin dan Percaya diri, Ahli dan provisional,” tambah Sarji.

Sarji juga mengatakan “Satriya berasal dari Falsafah Hamemayu Hayuning Bawana yang berarti kewajiban melindungi, memelihara serta membina keselamatan dunia dan lebih mementingkan berkarya untuk masyarakat daripada memenuhi ambisi pribadi,” ungkapnya diakhir sosialisasi.

Permasalah birokrasi reformasi saat ini yaitu, pola pikir (mind set) dan budaya kerja (culture set) aparatur belum sepenuhnya mendukung birokrasi yang efisien, efektif, produktif dan profesional serta belum benar-benar memiliki pola pikir yang melayani masyarakat dan belum berorientasi pada outcomes (hasil).


Related Articles