SMP Negeri 2 Kokap Selenggarakan Germas

Dinas Kesehatan Kulon Progo melaksanakan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) pada Remaja dan Anak Sekolah di SMP Negeri 2 Kokap Kulon Progo, Selasa (9/10) pagi. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMP N 2 Kokap Munawir, S.Pd., M.Pd, Kepala Bidang (Kabid) Pembina Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Jujur Santosa, M.Hum, Camat Kecamatan Kokap Warsidi, Kepala Desa Hargotirto Sabarno, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kulon Progo drg. Hunik Rimawati, M.Kes, dokter Puskesmas 2 Kokap dr. Melly, dari Polsek dan Koramil.

 

Kegiatan Germas diawali dengan senam bersama, dilanjutkan cuci tangan dengan sabun, makan buah bersama, diskusi dan sosialisasi mengenai Germas di lingkungan sekolah. Kepala Sekolah SMP N 2 Kokap Munawir menyampaikan bahwa Germas merupakan tindakan terencana yang dilaksanakan bersama-sama secara sadar oleh berbagai pihak lintas sektoral, dalam melakukan berbagai kegiatan untuk mewujudkan gaya hidup sehat.

“Semoga seluruh warga sekolah kita dapat melaksanakan Germas untuk mempersiapkan lomba sekolah sehat tingkat provinsi tanggal 23 Oktober mendatang mewakili Kabupaten Kulon Progo, dan dapat dilakukan sehari-hari,” ungkapnya.

 

Jujur Santosa memaparkan salah satu hal penting dalam mewujudkan Germas di lingkungan sekolah yaitu dengan penataan lingkungan sekolah yang baik, bersih dan rapi. Kriteria sekolah yang baik harus memiliki ruang kelas, ruang ibadah, ruang Bimbingan Konseling (BK), ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan kamar mandi yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Masing-masing ruangan harus bersih, rapi, memiliki ventilasi dan pencahayaan yang cukup, serta memiliki luas ruangan yang leluasa, nyaman untuk bergerak.

“Jika ingin melihat sehatnya sekolah, lihatlah kamar mandi dan dapurnya, baik dapur sekolah maupun dapur kantin. Jika kamar mandi dan dapur bersih, dipastikan ruangan lain juga bersih,” papar Jujur.

 

Dalam sesi terakhir, drg.Hunik Rimawati menjelaskan mengenai kebijakan dan permasalahan kesehatan di sekolah yang terkadang masih kurang baik dalam penerapannya. Hunik berharap pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sehat, penerapan kebijakan tentang Germas di lingkungan sekolah dapat dijalankan dengan baik. Selain itu, hal yang tak kalah penting adalah dihidupkannya kembali Trias UKS yang saat ini dapat dikatakan “Hidup enggan mati pun tak mau”. 

“Menjadi sehat adalah hak anak. Anak sehat adalah investasi generasi pemimpin yang akan datang,” kata Hunik.


Related Articles