SISWA SMP 2 WATES IKUT BEDAH RUMAH

WATES - Untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial, gotong royong, sejak dini puluhan siswa SMP Negeri 2 Wates turut bedah rumah milik Sumiyem di pedukuhan Cangkring Rt.25 Rw.11 Desa Bendungan Kecamatan Wates, Minggu (7/10). Para siswa didampingi Kepala Sekolah Turismiyati,MPd, dan guru Bimbingan Konseling (BK) Dwi Sugiyanto,S.Pd.


“Di sekolah ada pendidikan karakter, kegotongroyongan sesuai nilai-nilai Pancasila, sehingga pada kesempatan ini apa yang disampaikan di sekolah dipraktekan, yang diharapkan sejak dini tumbuh rasa kebersamaan, saling tolong menolong dan mempunyai kepekaan atau kepedulian sosial, gotong-royong ini nilai budaya nenek moyang yang luar biasa harus tetap dilestarikan,” terang Turismiyati.


Hal yang sama dikatakan Dwi Sugiyanto, ada sejumlah 30 siswa dari kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 yang rumahnya dekat lokasi bedah rumah, agar kedepan siswa ini dapat meneruskan budaya gotong-royong dan kepedulian sosial. 


Salah satu siswa  Rizky Akbar merasa senang dengan adanya gotong-royong  bersama-sama ini, yang hanya diberikan oleh guru di teori sekolah, sekarang dipraktekkan.

“Ya senanglah, bisa membantu bersama-sama tetangga yang masih membutuhkan bantuan meskipun hanya tenaga, seperti ranting batako ini, sehingga dengan bersama-sama bisa selesai dipindah, dan tidak capek, coba kalau sendiri kan lama dan sangat capek,”kata Rizky yang merupakan siswa kelas 8.


Tim Bedah rumah  Kabupaten yang dipimpin Staf Ahli Bupati Nugroho, SE bersama Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Drs. Djulistiyo dan jajarannya  melakukan bedah rumah milik Sumiyem yang bersumber dari BAZNAS Kulon Progo sebesar 15 juta rupiah. Selain itu juga melakukan bedah rumah milik Chodijah di pedukuhan VI desa Pleret Kecamatan Panjatan yang juga memperoleh bantuan dari BAZNAS sebesar lima juta rupiah untuk perbaikan atap lantai dinding (Aladin), dan Jambanisasi satu juta rupiah.


Staf Ahli Bupati Nugroho, SE menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan dari beberapa donatur dan swadaya masyarakat, yang diharapkan nantinya dapat diselesaikan dengan baik, menjadi rumah yang layak huni.


Related Articles