Manunggal Fair Raih Omzet 12,3 Milyar

WATES - Dalam rangka menyambut peringatan hari jadi Kabupaten Kulon Progo ke-67, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menyelenggarakan Manunggal Fair 2018. Dengan mengusung tema "Guyub Rukun Mbangun Kulon Progo", Manunggal Fair digelar selama sepuluh hari sejak tanggal 28 September hingga 6 Oktober 2018 di Lapangan Pengasih. Kegiatan ini berisi pameran yang bertujuan untuk meningkatkan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

 

Dalam acara penutupan Manunggal Fair 2018 yang dilaksanakan di Lapangan Pengasih, Sabtu (6/10), Ketua Pelaksana Manunggal Fair 2018 Heri Darmawan hadir untuk menyampaikan laporannya mengenai bagaimana jalannya kegiatan. Dalam laporannya, Heri mengatakan bahwa rata-rata pengunjung yang datang setiap harinya sebanyak 10.000 orang, bahkan mencapai 17.000 orang pada malam minggu.

"Adapun omzet selama diselenggarakannya acara Manunggal Fair yaitu 12,3 milyar rupiah," ungkapnya.

 

Heri juga mengumumkan pemenang lomba stand terbaik dari instansi pemerintah dan swasta. Stand terbaik dari instansi pemerintah diraih oleh Dinas Pertanian Kulon Progo sebagai juara satu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kulon Progo sebagai juara dua, serta Dinas Kesehatan Kulon Progo sebagai juara tiga. Sedangkan stand terbaik dari kategori swasta diraih oleh Stand Hidroponik sebagai juara satu, Stand Smart City/SAS sebagai juara dua, serta Stand Runcing Wangi Keris sebagai juara tiga.

 

Pada akhir laporannya, Heri memberikan himbauan kepada seluruh pemilik stand untuk berkemas segera setelah acara tersebut ditutup.

"Sesuai dengan kesepakatan bahwa paling lambat pada 10 Oktober 2018 semua stand OPD dan pedagang swasta atau pameran sudah harus bersih, karena pada Kamis 11 Oktober 2018 Lapangan Pengasih akan menjadi tempat finish Lari Manunggal kategori siswa SD dan SMP," tambah Heri.

 

Selain itu, turut hadir para pimpinan SKPD, Camat dari Kecamatan Pengasih, serta Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo untuk menutup rangkaian kegiatan Manunggal Fair.

 

Hasto mengatakan bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan bersama dalam rangka meningkatkan produk-produk dari Kulon Progo setelah ditutupnya kegiatan Manunggal Fair, seperti Menoreh Art Festival yang akan digelar mulai Minggu (7/10) dan adanya New Yogyakarta International Airport (NYIA).

"Saya berharap dengan adanya NYIA di Kulon Progo, para pemuda tidak hanya menjadi penonton, namun ikut berpartisipasi dengan cara mengikuti Pelatihan Kebandaraan yang diselenggarakan oleh Pemkab melalui Disnakertrans. Demikian, dengan ini saya nyatakan Manunggal Fair ditutup secara resmi," pungkasnya.



Related Articles