Gebyar Sewu Canthing : GKR Hemas Resmikan Joglo Nitik Canthing

Bank BPD DIY bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakaan acara Gebyar Sewu Canthing di Desa Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kulon Progo, Sabtu (6/10). Selain kegiatan nyanthing (membatik) massal yang dilakukan oleh 500 orang pengrajin batik di Lendah dengan total 1000 canthing, sekaligus peresmian Joglo Nitik Canthing oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY. Joglo Nitik Canthing yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) Program dari Bank BPD DIY.

 

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Dekranasda DIY Gusti Kanjeng Bendara Raden (GKBR) Ayu Adipati Paku Alam, Ketua DPRD Kulon Progo,  Bupati Kulon Progo dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), Wakil Bupati Kulon Progo Drs. Sutedjo, Forum Koordinasi Pemimpin Daerah (FORKOPIMDA), World Craft Council (WCC) President Dr. Ghada Hijjawi-Qaddumi, Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad, serta aktor Baim Wong.

 

Acara Gebyar Sewu Canthing dibuka dengan Tari Prigel yang dilanjutkan dengan  peragaan busana batik oleh Dimas-Diajeng Kulon Progo, karyawan-karyawati Bank BPD DIY dan Dinas Pariwisata Kulon Progo, Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, serta para pejabat FORKOPIMDA yang menggunakan busana batik hasil karya pengrajin batik di Lendah.

 

Dalam sambutannya, GKR Hemas berharap kegiatan nyanthing hari ini dan dinobatkannya Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia, dapat menumbuhkan minat dan semangat para generasi muda untuk mau belajar membatik, sehingga nilai budaya leluhur tetap lestari.

 

Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad juga menyatakan harapannya bahwa dengan dibangunnya Joglo Batik Nitik Canthing di Desa Gulurejo Lendah ini, diharapkan dapat menjadi tempat pameran batik sehingga perekonomian Kecamatan Lendah akan semakin meningkat.

 

“Nantinya akan ada show room batik, tempat belajar membatik, dan sentra kuliner khas Kulon Progo,” tambahnya.

 

Hasto mengatakan bahwa Kecamatan Lendah layak dijadikan tempat wisata batik dan masyarakat patut bangga karena bisa melestarikan batik sebagai warisan 


Related Articles