Sutrisna Jabat Camat Lendah

Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, dan Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo. Sebanyak 31 orang yang terdiri dari dua orang pejabat administrator, 16 orang pejabat pengawas, serta 13 orang pejabat fungsional dilantik di Aula Adikarta, Jum’at (5/10).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kulon Progo, Wakil Bupati Kulon Progo, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam acara ini, Sutrisna, S.Sos dilantik secara langsung oleh Dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) selaku Bupati Kulon Progo untuk mengemban amanah sebagai Camat di Kecamatan Lendah.

Pejabat lain yang juga ikut dilantik diantaranya Dra. RR. SITI ARIFIATI NUGRAHANI sebagai Kepala Bidang  Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas  Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Dinas  Kependudukan dan Pencatatan Sipil, MURYATI, SIP. sebagai Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum Sekretariat Daerah di Sekretariat Daerah, RAHMAWAN NOVIANTO, S.T. sebagai Kepala Seksi Gedung dan Bangunan Umum Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, JOKO SETYONO ADI, SST., MPSDA. sebagai Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan  Bidang  Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, SARYONO, SSTP, MPSSp sebagai Kepala  UPT Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Dalam sambutannya, Hasto menyampaikan harapannya mengenai pengisian posisi eselon yang kosong agar secepatnya diisi dan jangan sampai dibiarkan kosong.

“Kami tidak ingin ada kesenjangan di dalam pengisian jabatan dan saya tidak ingin ada rantai yang hilang di dalam suatu estafet kepemimpinan di Kabupaten Kulon Progo. Sehingga, untuk kandidat-kandidat yang memiliki potensi harap segera dimunculkan agar dapat segera menggantikan dan mengisi posisi yang kosong,” ungkapnya.

Hasto juga berharap agar para pejabat dapat memberikan uraian mengenai program kerja yang spesifik, deskriptif, dan konkret sehingga semua pihak mengerti dengan jelas apa yang akan dilakukan.

“Jika bapak ibu dan saudara sekalian ditanya anda mau apa, dalam menjawab jangan menggunakan ‘Bahasa Dewa’ yang tinggi namun sulit dipahami apa maksud sebenarnya. Seperti jawaban ‘saya akan bekerja sebaik-baiknya’, itu bahasa dewa, gunakan saja bahasa yang sederhana, spesifik, deskriptif dan konkret, terjemahkan ‘saya akan bekerja sebaik-baiknya’ itu maksudnya apa. Itu lah harapan saya kepada teman-teman, marilah kita bersama-sama untuk selalu mengusahakan walaupun sedikit, kecil tapi langkah konkret segera ada,” ujar Hasto.

Daftar selengkapnya ada disini: 


Related Articles